0
Berawal dari kesadaran akan rendahnya kualitas pendidikan bangsa ini, disebabkan system pendidikan yang hanya berorientasi pada capaian kualitas akademik, dengan mengabaikan aspek-aspek ang lain, sehingga pendidikan kita tidak mampu membentuk manusia Indonesia seutuhnya.
Sekolah Islam Terpadu Bina Amal adalah mimpi dan cita masa depan agar anak-anak mendapatkan pendidikan yang integral mencakup semua aspek kehidupan.

Ada idealisme dan semangat untuk mendirikan suatu Lembaga Pendidikan Islam yang mampu memberikan Pendidikan sesuai dengan fitrah manusia, prinsip keseimbangan misi kepemimpinan dan mengajak manusia kepada cahaya Illahi, sehingga mampu menciptakan sumber daya manusia yang beriman dan bertaqwa, berakhlakul karimah, berkualitas di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dan mampu bersaing dalam menghadapi tantangan masa depan.

Menyikapi hal tersebut tepatnya pada tahun 2001 didirikanlah Yayasan Bina Amal dengan akta notaris Lenie S. Hardjanto Loebis SH, melalui sekolah-sekolah Islam Terpadunya Yayasan Bina Amal turut andil dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Negara ini.

Dalam perkembanganya Yayasan Bina Amal pada tahun 2006 di ganti namanya menjadi Yayasan Wakaf Bina Amal. Yayasan Wakaf Bina Amal adalah yayasan berbadan hukum dengan akte
notaris publik Ida Widiyanti, SH No. 04 tanggal 28 Agustus 2006, dan NPWP Nomor 02.563.099.7.508.00 serta telah disahkan dengan SK Menkumham Nomor: C-2707. HT.01.02 tahun 2006.

Dengan konsep Pendidikan Sekolah Islam Terpadu, berusaha menjadikan pendidikan sebagai proses untuk menginternalisasikan nilai-nilai (konsep) dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui 4 kompetensi yang dikembangkan, yaitu Kemampuan Relegiusitas, Kematangan Emosional, Kecerdasan Intelektual, dan Keterampilan Hidup, tentu akan mampu “Membentuk Manusia Mandiri dan tunduk Kepada Ketentuan-ketentuan Allah”, sehingga tercapai Visi Sekolah Islam terpadu Bina Amal yaitu memposisikan sekolah Islam terpadu sebagai pusat keunggulan yang mampu mengembangkan masyarakat mandiri dan berkarakter Robbaniyah.

Untuk mencapai itu, dilakukan aplikasi terprogram kompetensi yang dikembangkan, yang terdiri dari:

Kemampuan Religiusitas

Yaitu kemampuan untuk memahami dasar-dasar Islam, mengaplikasikan dalamkehidupan sehari-hari seperti Ibadah Shalat, Puasa, Zakat dll, Akhlak Islami, Hafalan Juz Amma beserta pemahamannya, hadist, do’a keseharian dan Asmaul Husna serta peduli terhadap permasalahan sosial dan dakwah.
Kematangan Emosional
Yaitu kemampuan untuk melihat potensinya, kelebihan dan kekurangannya, keberadaan orang lain di sekelilingnya, membangun komunikasi dan bekerja sama. Menaruh simpati kepada sesamanya, dan semua makhluk, menuju kepada ketinggian dan keluhuran akhlak.
Kecerdasan Intelektual
Yaitu kemampuan berfikir ilmiah yang dengannya manusia dapat membuka kunci-kunci dunia, memberdayakannya untuk kebaikan umat manusia dan meyakinkannya akan adanya Dzat Yang Maha Besar yang telah menciptakan dan mengatur alam ini.
Keterampilan Hidup
Yaitu Keterampilan untuk memberikan bekal kepada anak, untuk mampu menghadapi kehidupan mulai dari hal yang terkait dengan kehidupan keseharian sampai keterampilan pekerjaan, keterampilan hidup akan mampu menjadikan manusia-manusia mandiri, bertanggung jawab dan profesional.




Posting Komentar

 
Top