0

SEMARANG - Sebanyak 126 siswa-siswi mulai dari kelas 2 hingga kelas 6 SDIT Bina Amal Semarang mengikuti acara Khotmil Quran dan Imtihan Sabtu (1/2) di Gedung Balai Kota Semarang.

Khotmil Quran merupakan wisuda atas prestasi siswa selama menempuh pembelajaran qiroati. Adapun ilmu yang dipelajari yaitu bacaan Al Qurannya dengan materi fashahah, tartil, gharib, tajwid, praktek wudhu, praktek shalat, hafalan surat pendek dan hafalan doa harian. Sedangkan pada Imtihan beberapa siswa diberi pertanyaan berupa materi tersebut oleh orangtua secara langsung dan bukan dari guru agar mengetahui kualitas siswa yang telah menyelesaikan pembelajaran.

Ustad Waimin, S.Pd selaku Ketua Litbang Yayasan Wakaf Bina Amal menyampaikan pesan kepada siswa dan orang tua untuk menjaga apa yang telah di raih, karena membutuhkan proses yang sangat panjang dan membutuhkan rutinitas untuk belajar membaca, menghafal memperbaiki bacaan Al Quran.

Sejak awal Bina Amal bediri hingga meluluskan ke -13 masih istiqomah untuk menggunakan metode Qiroati dalam pembelajaran Al Quran secara keseluruhan, Selain membaca Al Quran, di SDIT Bina Amal selama 6 tahun minimal menghafal 4 juz dalam Al Quran bahkan bisa lebih. Kata Ustad Nurdin selaku Ketua Panitia.

Dalam Khotmil Quran dan Imtihan yang ke 13 ini juga terdapat siswa berprestasi dengan kategori 5 Peraih Nilai Tertinggi Putra, 5 Peraih nilai Tertinggi Putri, Siswa Tercepat dalam menyelesaikan pembelajaran Qiraati yaitu 1 tahun 3 bulan Sabiq Maqil Raza Oetomo (6 Ali) dan Peserta Termuda Fikri Abdullah Anwar (2 Maliki).

Menurut Fatiningsih Ibunda dari Peserta Termuda Khotmil Quran (Fikri Abdullah Anwar Kelas 2 Maliki), sejak umur 3,5 tahun setiap hari Senin-Jumat setelah shalat subuh atau maghrib dan tidak ada kegiatan lain, Mas Fikri mulai belajar mengaji Qiroati, dan dilanjut dengan Tahfidz. Adapun hari Sabtu Minggu Mas Fikri bebas bermain. Kedua orangtua sangat mendukung dan mensuport untuk senantiasa belajar Al Quran dan menambah hafalannya.

Posting Komentar

 
Top