0
Hasil evaluasi penulis sebagai Kepala TK pada beberapa tahun terakhir ini menunjukkan jumlah sampah anorganik yang menumpuk yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk media pembelajaran di TKIT Bina Amal.Hal ini menjadi sebuah peluang yang perlu di manfaatkan dengan keterlibatan orangtua. Keadaan tersebut selanjutnya menjadi tugas secara manajerial bagi Kepala TK melalui strategi “POM BENSIN”.

Berdasarkan latar belakang tersebut maka strategi pemecahan masalahnya adalah “ POM BENSIN“ yaitu: 1) Sosialisasi program, 2) Pelaksanaan Program Pemberdayaan Sampah, 3) Implementasi Pengolahan Sampah, 4) Evaluasi program

Hasil yang dicapai dari strategi yang dipilih adalah 1) akademik, yang meliputi a) peningkatan kemampuan perkembangan anak yang meliputi dari segi nilai agama dan moral, segi sosial emosi, dan segi seni serta motorik; 2) nonakademik, meliputi: a) Prestasi lomba, b) Hubungan dengan orang tua; c) anak merasa bangga dengan orang tua. 3) kontribusi orang tua, meliputi a) jumlah partisipasi orang tua dalam kegiatan sekolah meningkat, b) orang tua semangat berkontribusi, dan c) pendanaan kegiatan sekolah dari orang tua.

Adapun kendala yang dihadapi dalam melaksanakan strategi yang dipilih adalah 1) membutuhkan kerapian untuk menyimpan hasil pilahan sampah, 2) dibutuhkan ketekunan.

Faktor pendukung dari strategi yang dilaksanakan adalah 1) dari peserta didik, 2) dari sarana dan prasarana, 3) dari pihak guru, 4) dari pihak yayasan, 5) dan dari dinas pendidikan.



*Lomba Kepala TK Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Kota Semarang Tahun 2019.
- Sakdiyah, S.Pd -

Posting Komentar

 
Top