0


Sebanyak 600 orang yang terdiri dari siswa TK-PAUD Islam Terpadu (IT) Bina Amal Semarang dan orang tua murid, berpartisipasi dalam manasik haji yang diadakan Yayasan Wakaf Bina Amal di Firdaus Fatimah Zahra, Gunungpati, Sabtu (9/9) kemarin.

Kepala PAUD IT Bina Amal, Sakdiyah mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada anak didik terkait ibadah haji lewat praktik langsung di lapangan. Dikatakan 300 siswa yang hadir dengan masing-masing satu pendampingnya itu, berasal dari PAUD IT Bina Amal Jalan Kyai Saleh, TK IT Bina Amal 2 Jalan Srinindito Raya, dan PAUD Bina Amal 3 Jalan Lamongan Raya Kota Semarang. Manasik haji tersebut, dikatakan sudah menjadi kegiatan rutin tahunan dalam peringatan hari besar agama Islam (PHBI) di bulan Dzulhijah.

''Proses pembelajaran bagi anak di jenjang pendidikan PAUD dan TK memang harus berkonsep sesuatu yang kongkret dan nyata. Lewat momen PHBI ini, kami bekerja sama dengan komite sekolah untuk mengajak orang tua dan siswa berkegiatan bersama lewat manasik haji pada akhir pekan ini,'' kata perempuan yang akrab disapa Diyah tersebut.

Sebelumnya, kegiatan praktik tidak hanya pada momentum PHBI. Namun, lanjut Diyah, juga dalam pembelajaran sehari-hari sesuai tema yang diberikan guru kepada para siswa. Semisal tema api, para siswa diaja datang berkunjung ke kantor pemadam kebakaran. Di sana anak-anak melihat bagaimana cara kerja profesi pemadam dan bahaya bial bermain api.

''Sama juga saat manasik ini. Kami ingin memberikan gambaran kepada anak secara utuh mengenai pelaksanaan haji. Supaya anak tahu bagaimana rukunnya yang diantaranya termasuk urutan kegiatan manasik haji seperti tawaf (mengelilingi kabah), sai (berlari-lari kecil dari Sofa ke Marwa), prosesi pelemparan jumrah, dan rukun lainnya,'' imbuh Diyah.

Dengan adanya praktik manasik ini, diharapkan anak tidak hanya mengetahui prosesi ibadah haji lewat teori saja. Namun juga langsung praktik dengan melibatkan orang tua agar apa yang didapat dalam acara bisa diaplikasikan orang tua di kehidupan sehari-hari.

''Kami berusaha memberikan penananman agama sejak dini. Harapannya pada rukun islam kelima ini, anak memiliki cita-cita untuk berangkat ke tanah suci ketika sudah dewasa nantinya,'' tandas Diyah.

Dalam manasik haji yang menampilkan beberapa replika bangunan seperti yang ada di Kota Makah Arab Saudi tersebut, juga hadir Pengawas TK UPTD Pendidikan Kecamatan Semarang Selatan Nunik Supriyati. Dia mengatakan penanaman ibadah haji sejak kecil memiliki dampak yang positif untuk perkembangan anak dan sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Yayasan Wakaf Bina Amal.

''Anak-anak bisa paham mengenai caranya beribadah haji karena mereka mempraktekkannya secara langsung. Selain itu anak jadi juga lebih paham mengenai ibadah haji,'' kata Nunik.

Posting Komentar

 
Top