0

800 siswa terlibat langsung penyembelihan hewan kurban KB-TK-SDIT Bina Amal, Kamis (23/8) di Lapangan SDIT Bina Amal. Ratusan siswa bangga menyaksikan penyembelihan 48 kambing dan 6 sapi dari siswa KB-TK-SDIT Bina Amal 1439 H. Lebih-lebih saat Ustadz Naev Hassan menyebutkan nama-nama pekurban. Pancaran wajah gembira tergambar dari pekurban.

Sebut saja, Nayla Arsa Tungga Marala, kelas IV Abu Hurairah. Sebelumnya ia puasa sunah arafah, lalu menyaksikan penyembelihan dengan semangat. “Alhamdulillah, kemarin saya puasa arafah, dan hari ini dapat melihat penyembelihan kurbanku. Itu uang dari tabunganku, loh Bu. Trus ditambah ayah. Alhamdulillah bisa beli kambing,” tuturnya disela-sela menyaksikan penyembelihan hewan kurban. Karakter religius Nalya terlihat dari keseriusan dan sabar melaksanakan puasa arafah. Karakter mandiri juga terlihat saat ia belajar menabung dan berencana kurban.

Selama tiga minggu, siswa juga diajarkan untuk rutin infaq dan terkumpul 36.074.400 rupiah. “Siswa dari KB-TK-SDIT Bina Amal rutin berinfak. Masing-masing kelas berlomba-lomba untuk berinfak. Guru wali juga menghimbau ke siswa agar rajin berinfak. Orangtua pun support. Alhamdulillah terkumpul 36.074.400 rupiah,” tutur Enni Rustiyanti, S.PdI, Kepala Sekolah SDIT Bina Amal. Menurutnya, uang infak tersebut digunakan untuk membeli sapi kurban dan biaya operasional kegiatan siswa seperti konsumsi dan lomba-lomba idul adha. “Yang pasti, karakter religius kita tanamkan sejak dini. Dari infak bisa berlatih kurban,” tambahnya.

Tatkala disebutkan pekurban oleh Ustadz Naev, “Berikutnya sapi dari infak siswa Bina Amal.” Ratusan siswa semakin tertarik untuk melihat. Mereka bersorak gembira. Hari Raya Idul Adha adalah hari raya besar umat muslim.

Sejarah Idul Adha dari Nabi Ismail AS mengajarkan karakter anak yang patuh dengan orangtua. Hal itu tergambar saat Nabi Ismail menjawab pendapat dari mimpi ayahnya tentang perintah menyembelih Ismail. Ismail menjawab, "Wahai bapakku, laksanakanlah perintah Tuhanmu. Insya Allah kamu akan dapati aku termasuk orang-orang yang sabar."

Betapa solihnya Ismail manakala perintah untuk disembelih tidak ia tolak. Ia patuh dan tidak memberikan banyak argument untuk menentang ayahnya. Totalitas kepatuhan kepada Alloh baik Ibrahim maupun Ismail sama-sama tidak diragukan lagi. Hingga Nabi Ibrahim mendapat julukan kekasih Alloh, khalilullah.

Karakter lain yang bisa diambil dari perayaan Idul Adha adalah gotong royong. Tidak mungkin seseorang menyembelih sapi sendiri, menguliti, mencacah gading, dan membagikan daging. Saat menyembelih pasti dibutuhkan bantuan orang lain untuk memegangi hewan. Apalagi di SDIT Bina Amal menyembelih 48 kambing dan 6 sapi. Proses penyembelihan membutuhkan bantuan jagal. Ratusan siswa dari kelas VI juga turut mencacah daging. Mereka gotong royong mencacah gading agar proses pencacahan cepat selesai. Karakter gotong royong benar-benar tercermin pada siswa. Tak hanya siswa, beberapa wali murid dari Majelis Sekolah Bina Amal juga turut membantu mencacah dan membagikan daging kurban.

Selain itu, Idul Adha juga meningkatkan kerukunan warga dan toleransi beragama. Sebanyak 1651 kantong daging sapi dan kambing dibagikan ke warga sekitar SDIT Bina Amal dan beberapa kecamatan di Kota Semarang. Tak lupa kepada guru di SD Kristen Gergaji, sekolah yang berada di depan SDIT Bina Amal. Tidak hanya wilayah Semarang, warga Kendal juga turut mendapat gading kurban dari Bina Amal karena salah satu guru SDIT Bina Amal ada yang rumahnya di Perumahan Bancar Cluster 2, Boja Kendal. Tak memandang perbedaan agama, panitia qurban membagikan gading untuk mempererat silaturahmi dan toleransi.

Semboyan Negara Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika yang artinya meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Hal tersebut mengajarkan tentang toleransi. Siswa juga bisa belajar tentang integritas. Menurut Andreas Harefa, integritas merupakan tiga kunci yang bisa diamati, yakni menunjukkan kejujuran, memenuhi komitmen, dan mengerjakan sesuatu dengan konsisten. Siswa berintegritas berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter kuat.

Selain kegiatan penyembelihan, Idul Adha juga dimeriahkan dengan aneka lomba siswa, seperti mewarnai, membuat poster seruan berkurban, khitobah, cerita islami, rangking 1 tentang pengetahuan umum dan kurban.

Keterlibatan siswa dari berinfak mengumpulkan uang, membeli hewan kurban, menyembelih, mencacah, dan membagikan gading kurban secara tidak langsung mengajarkan tentang integritas. Beberapa karakter seperti religius, mandiri, gotong royong, dan toleransi tertanam kuat dari perayaan Idul Adha. Bina Amal berbagi, Bina Amal Berkarakter. Kak Sy

Posting Komentar

 
Top