0


Perayaan kemerdekaan RI di sekolah identik dengan beragam lomba yang diikuti siswa. Semangat perjuangan kental dengan semangat siswa untuk menjadi juara. Ditambah ornamen merah putih semakin meningkatkan nasionalisme siswa. Bendera Merah Putih yang berkibar menjadi saksi bahwa ratusan siswa SDIT Bina Amal menghargai jasa para pahlawan dengan semangat perjuangan mengikuti perlombaan, Senin (13/8) di lapangan SDIT Bina Amal.

Sebut saja lomba "Balap Karung Helm". Lomba ini membutuhkan perjuangan yang lebih sulit. Siswa harus memakai karung dan helm secara bersamaan dan melompat. Tangan kanan memegang karung, sementara tangan kiri memegang helm supaya tidak jatuh. Ada juga yang tidak memegang helm agar bisa melompat dengan leluasa. Sayangnya, helm yang tidak dipegangi bisa saja berubah posisi menutupi mata dan membuat siswa kehilangan keseimbangan. Alhasil, siswa tersebut terjatuh. Itu yang dialami Afif, siswa kelas IV yang mengikuti lomba balap karung helm.

Tidak sampai disitu perjuangannya, siswa yang sudah sampai garis, maka harus bergantian dengan teman satu kelompoknya dan bolak balik sampai enam siswa dikelompoknya menyelesaikan balap karung helm. Kelompok yang paling cepat, merekalah pemenangnya.

Lomba yang lain juga tak kalah seru, pecah kendi. Setiap kelompok harus memilih salah satu untuk ditutup matanya menggunakan kain. Dan teman yang lain mengarahkan untuk berjalan mendekati balon air dari plastik. Jika sudah dekat, siswa diminta memecahkannya. Saat air pecah, letusan air yang membuncah membuat semangat mereka menggebu. Mereka seakan berhasil menaklukkan pemainan pecah kendi. Guyuran air pada teman juga tidak membuat marah. Justru mereka bersorak gembira.

Setiap siswa akan merasakan semangat perjuangan saat mengikuti perlombaan. Menang atau kalah bukanlah tujuan utama. Akan tetapi menunjukkan semangat perjuangan lebih utama.

Di kelas kecil (I, II, III) ada perlombaan estafet air, estafet karet, dan memasukkan pensil dalam botol. Di kelas besar (IV, V, VI) ada estafet bola payung, balap karung kendi, dan pecah kendi.

Kemeriahan lomba tujuh belasan di SDIT Bina Amal semakin terasa dengan adanya program susu kotak. Masing masing siswa mendapat susu kotak dan craft. Diawal juga disisipi dongeng Nasionalisme dari Kak Ros. Perayaan kemeriahan Lomba Tujuh Belasan kali ini lebih semarak dan meriah.

Posting Komentar

 
Top