0


Ketika seseorang telah mempunyai tujuan perjalanan maka ia akan melakukan persiapan. Persiapan tersebut akan unik dan tergantung ke mana orang tersebut akan pergi. Persiapan ke gunung tentu berbeda jika pergi ke pantai. Persiapan itu harus dilakukan biar perjalanan itu bisa dinikmati.

Kaidah yang sama juga berlaku saat seseorang berada di boarding. Berada di boarding adalah sebuah perjalanan. Agar keberadaan di boarding itu dapat dinikmati, maka mereka yang masuk ke dalamnya harus mengerti tabiatnya. Tabiat kehidupan di boarding itulah yang disampaikan dalam materi mindset boarding.

Bagian dari materi itu, ada pertanyaan yang di ajukan kepada anak-anak . "Carilah sebuah nama yang menurut kalian nama itu adalah sosok orang hebat. Namun nama itu bukan nabi atau rasul dan bukan juga nama ortu kalian."

Beragam nama pun kemudian keluar dari lisan mereka. Ada Muhammad Al Fatih, Graham Bell, Isaac Newton dsb. Namun ada satu yang agak beda. Anak putri itu menyebut nama salah satu gurunya .

Anak itu menyebut nama guru walinya ketika kelas 6 SDIT Bina Amal. Ternyata Ketulusan seorang guru yang mendidik muridnya, akan terus dikenang. Tidak hanya oleh si anak, bisa jadi oleh orang tua si anak atau teman-teman sesama guru.

Hal ini memberi penegasan bahwa cerita tentang cinta adalah kisah tentang rasa yang bertaut. Dan yang jadi pertanyaannya adalah seberapa besarkah tautan rasa seorang guru dengan orang-orang yang dicintainya ? Yang salah satunya adalah anak didiknya di sekolah.








Posting Komentar

 
Top