0


"Main HP penting atau remeh?", pertanyaan yang dilontarkan oleh Ustadz Joko saat menjadi pemateri Mabit kemarin.

"Remeeeeehhh", jawab lantang anak-anak.

Lanjut beliau bertanya "Kalau Sholat itu penting atau remeh?".

Lansung dijawab dengan keras oleh anak-anak, "Pentiiiiing!!!".

Sebuah cerita tentang rasa syukur atas jari-jari kita yang masih bisa digerakkan mengawali materi Malam Bina Iman dan Taqwa, Jumat, 13 April 2018 lalu. Mabit kali ini diikuti seluruh siswa kelas IV SDIT Bina Amal. Materi pun dilanjutkan dengan melihat video keberadaan kita sebagai manusia dibumi dibandingkan dengan ukuran planet dan galaksi lain jauh di atas sana. Betapa kecilnya kita jika dibanding ciptaan Alloh yang lainnya. Sungguh Alloh sangat berkuasa atas apa- apa yang berada diseluruh alam. Dan seluruh siswa takjub dan bertambah rasa syukur dan kecintaan kepada Alloh setelah melihat video tersebut.

Tak berhenti sampai disitu, para siswa diceritakan sebuah kisah anak yang tidak sempat berbakti kepada ibunya, selalu tidak sopan, tak punya adab. Para siswa tersentuh, dan tak sedikit yang menangis membayangkan adabnya yang belum baik kepada orangtua maupun kepada guru.

Kegiatan Mabit ini dimulai pukul 14.50 dengan sholat ashar berjama'ah dan dilanjutkan membaca al ma'tsurot bersama. Pukul 15.30 Mabit dibuka oleh Ustadzah Adzki dengan Kontrak Telur yaitu kesepakatan dan pembacaan tata tertib selama Mabit.

Setelah pembukaan mabit, acara selanjutnya adalah Games. Perang Badar mengawali dan mewarnai kegembiraan dan keseruan para siswa. Secara klasikal semua siswa ikut serta dalam games besar ini. Perjuangan dan kerjasama dalam sebuah tim sangatlah dibutuhkan untuk games ini. Setelah perang badar, para siswa dibagi 2 kelompok besar. Annisa atau siswa putri bermain Gobak Sodor dan Arrijal atau siswa putra bermain Pimpong Challenge.

Tak hanya itu saja, kegiatan pribadi dan mandiri pun dibiasakan pada setiap Mabit, seperti target tilawah minimal 1 juz, tidur mandiri tanpa kasur, tidak berlama-lama didalam kamar mandi, merapikan tempat tidur, membuang sampah makanan. Adab-adab keseharian menjadi pantaun para asatidz.








Posting Komentar

 
Top