0


Jum’at, 13 April, 2018. Siswa dan siswi SMAIT Bina Amal memeriahkan perayaan hari besar momentum Isra’ Miraj dengan mengadakan kajian yang mengusung judul “Hikmah dibalik perjalanan isra’ miraj Rasulullah SAW”

Acara yang berlangsung sejak pukul 19.50 ini dibuka dengan performance dari siswa ikhwan kelas 11 anggota ekskul rebana yang membawakan lagu shalawat dari syubanul muslimin. Penampilan tersebut sangat menyihir dan bersemangat sehingga memuat para audience semakin antusias sebelum kajian dimulai.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembawaan tasmi’ oleh  Arrafi dengan tujuan agar acara semakin berkah. Disusul dengan sambutan dari bapak kepala sekolah SMAIT Bina Amal ustad Setyawan yang menyampaikan tentang pentingnya mengambil hikmah isra’ miraj. MC kemudian memperkenalkan  Akhyarus shalih sebagai moderator yang akan memimpin jalannya kajian ini.

Moderator kemudian memperkenalkan pembicara yang sangat spesial yaitu ustad Sufyan Sauri H. LC. Yang merupakan Koordinator Ikatan Alumni Madinah.

Materi yang disampaikan terkait isra’ miraj dibawakan ustad Sauri dengan pembawaan yang mengalir lancar dan dapat dengan mudah dipahami siswa-siswi. diawali dengan pancingan pertanyaan “’apa’itu isra’ miraj???” isra adalah perjalanan nabi SAW di malam hari dari masjidil Haram ke masjidil Aqsha. Sedangkan, miraj adalah naiknya nabi SAW ke langit Sidratul Muntaha. 

Setelah menyelinap ke rumah saudarinya yaitu shahabiyah Ummu Hani binti Abdul Muthalib, kemudian nabi SAW menaiki Buroq. Yaitu kendaraan yang kecepatannya seperti kilat, besarnya lebih tinggi dari keledai dan lebih pendek dari bighal. Yang apabila sekali melangkah, maka sudah sampai diujung penglihatan kita. Bersama Jibril, menuju masjidil Aqsha dan disana bertemu nabi Musa, Isa, Ibrahim. Rasulullah dipersilahkan menjadi iman shalat mereka. Lalu Rasulullah naik ke langit yang disetiap langit dijaga para malaikat.

Urutan langit nya sebagai berikut:

1. Nabi Adam AS
2. Nabi Isa dan Yahya
3. Nabi Yusuf
4. Nabi Idris
5. Nabi Harun
6. Nabi Musa
7. Nabi Ibrahim. Saat itu beliau sedang bersandar di Baitul Makmur. Yaitu tempat para malaikat thawaf.

Saat di Sidratul Muntaha, Rasulullah melihat Arsy singgasana Allah tanpa hijab (tabir). Rasulullah menerima perintah shalat pertamakalinya. Pertama kali Rasulullah diperintahkan mendirikan shalat 50 waktu dalam sehari. Lalu, Rasulullah mendiskusikannya dengan nabi Musa, yang umat nya berbadan besar dan kuat, namun sulit beriman. Sehingga akhirnya menjadi 5 waktu.

Rasulullah kemudian turun kembali ke bumi di rumah Ummu Hani binti Abdul Muthalib. Setelah diceritakan oleh nabi SAW, Ummu Hani langsung percaya dan beriman namun mencegah nabi SAW menceritaknannya kepada orang-orang karena takut dan khawatir Rasulullah akan dihina. Ternyata setelah Rasulullah menyampaikan perjalanannya isra’ mi’raj, penolakan masyarakat sangat besar. Bahkan yang sudah beriman, sebagian ragu dan murtad mendengar cerita tersebut. Apatah lagi orang kafir quraisy. Padahal banyak bukti yang menunjukan kebenaran Rasulullah.

Pada intinya, banyak hikmah yang bisa dipetik oleh kita. Diantaranya:

1. Isra’ mi’raj adalah salah satu mukjizat yang harus kita imani. Dan meyakini bahwa kejadian tersebut benar terjadi. (QS. Al-Isra’:1)

(Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hambaNya di malam hari dari masjidil Haram hingga masjidil Aqsha...)

2. Isra’ mi’raj adalah momen yang menjadi pembeda/pemisah antara kaum muslim dengan yang kafir. Karena shalat adalah titik pembeda.

3. Orang yang tidak mengerjakan shalat dikategorikan sebagai orang kufur dan akan dibersamai oleh qarun and fir’aun

4. Orang-orang yang bermalas-malasan dalam shalat, meskipun dia beriman dia tetap memiliki dosa besar (menunda)

5. Hukum shalat berjamaah adalah fardhu kifayah. Walaupun memiliki keterbatasan namun bila mendengar adzan tetap berjamaah. Contohnya si buta Abdullah bin ummi Maktum dalam surat abasa

6. Ketika seseorang mendirikan shalat malam, sesungguhnya dia dilihat (disaksikan) malaikat penjaga siang dan malam. Urutan prooritas adalah shalat fardhu => shalat malam (tahajjud) =>shalat malam.

Materi disampaikan ustad Sauri dengan banyak pertanyaan berhadiah jajan, yang membuat para ikhwan dan akhwat semangat memperhatikan dan menjawab pancingan pertanyaan. Dalam pekikan takbir malam itu menjadi terasa euforia suasana menuntut ilmu dalam kesemangatan. Pada pukul 21.30, acara pun ditutup setelah sebelumnya doa’ bersama yang dipimpin ustad Sauri.







Posting Komentar

 
Top