0


Suatu hari ada wanita muslimah datang ke Pasar Bani Qainuqa’ untuk suatu kebutuhan yang ia perlukan. Ia menghampiri salah satu pedangang Yahudi, kemudian melakukan transaksi jual beli dengannya. Namun orang Yahudi berhasrat membuka cadar yang dikenakan sang muslimah karena ingin melihat wajahnya. Muslimah itu berusaha mencegah gangguan yang dilakukan Yahudi ini. Tanpa sepengetahuan wanita itu, datang lagi lelaki Yahudi di sisi lainnya, lalu ia tarik ujung cadarnya dan tampaklah wajah perempuan muslimah tersebut. Wanita ini pun berteriak, lalu datanglah seorang laki-laki muslim membelanya. Terjadilah perkelahian antara muslim dan Yahudi dan terbunuhlah Yahudi yang mengganggu muslimah tadi. Melihat hal itu, orang-orang Yahudi tidak tinggal diam. Mereka mengeroyok laki-laki tadi hingga ia pun terbunuh.

Ini adalah pelanggaran yang sangat besar. Mereka menganggu wanita muslimah, kemudian laki-laki Bani Qainuqa’ bersekutu membunuh laki-laki dari umat Islam.

Respon Umat Islam Terhadap Bani Qainuqa’

Sampailah kabar tentang peristiwa ini kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Segera beliau mengumpulkan para sahabat dan mempersiapkan pasukan. Lalu, orang-orang munafik dengan gembong mereka Abdullah bin Ubai bin Salul, memainkan peranannya. Ia berusaha melobi Rasulullah agar mengurungkan niat mengepung Yahudi Bani Qainuqa’. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memperdulikan saran Abdullah bin Ubai.

Tidak menunggu waktu lama, pasukan pun mengepung perkampungan Bani Qainuqa’.

Ya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memobilisasi pasukan untuk membela seorang wanita muslimah yang tersingkap auratnya dan membela darah seorang muslim yang tertumpah. Begitu besarnya arti kehormatan wanita muslimah dan harga darah seorang muslim di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau siap menanggung resiko kehilangan nyawa para sahabatnya demi membela kehormatan muslimah.

Selain itu, Bani Qainuqa’ bukanlah orang-orang yang lemah, mereka memiliki persenjataan, pasukan, benteng, dan kemampuan militer yang mumpuni. Tapi tetap Rasulullah dan para sahabatnya hadapi demi seorang wanita muslimah.

Pengepungan dimulai pada hari sabtu, di pertengahan bulan Syawal, tahun 2 H. Pengepungan tersebut terus berlangsung selama dua pekan, sampai akhirnya ketakutan pun kian merasuk ke dalam jiwa para Yahudi ini. Mereka menyerah dan tunduk kepada putusan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah memutuskan vonis hukuman mati bagi orang-orang yang terlibat dalam peristiwa di pasar tersebut, yang melakukan tindakan keji, dan menyelisihi perjanjian. Atas perlakuan mereka mengganggu wanita muslimah dan menumpahkan darah umat Islam.

Dan saat ini di Rohingya. Kaum Muslim di bunuh, disiksa, diperkosa oleh orang-orang kafir laknatullah. Kita dipertontonkan aksi bejat mereka, setiap hari muslim dibunuh, disiksa. Tidak hanya muslim dewasa, orang tua, wanita dan anak-anak tidak luput dari kebiadaban mereka.

Apa yang bisa kita lakukan ? Ya Rasulullah..seandainya Engkau masih hidup. Tentulah Engkau tidak akan tinggal diam. Tentulah Engkau akan segera mengumpulkan para sahabat yang mulia untuk segera mempersiapkan diri, menolong saudara muslim yang telah dibunuh.

“Ya Rabb, kami menyaksikan saudara-saudara kami dibantai. Sementara kami tidak berdaya. Ampuni kami, ya Rabb, ampuni kami, ya Rabb, datangkan segera pertolonganmu, ya Rabb!”

“Kami bisa makan, kami bisa berkumpul sekeluarga, sementara saudara kami diperkosa, dibantai anak-anak, disembelih, dibakar, kami tidak berdaya, jangan Kau hukum kami dan membiarkan keadaan saudara kami disiksa dizalimi. Kami bukan tidak ingin menolong, ya Rabb, kami tidak berdaya, ya Rabb,”

“Ya Rabb selamatkanlah saudara-saudara kami kaum muslimin yang lemah di Rohingya. Ya Allah sayangi dan kasihilah mereka dan keluarkanlah mereka dari kesulitan dan keadaan sempit yang mereka alami saat ini.”

"Ya Rabb..ampunilah kami..."

Posting Komentar

 
Top