0


Kabar menggembirakan datang dari negeri sakura, Jepang. Hanun Dzatirrajwa, siswa kelas V Zaid bin Tsabit SDIT Bina Amal berhasil menyabet medali perak kategori Education and Recreation dalam ajang bergengsi International Exhibition Young Inventors 2017 yang diselenggarakan di Nagoya, 26-29 Juli 2017.

Dalam kesempatan tersebut, Hanun bersama Izza saudaranya mempresentasikan temuan mereka yaitu ular tangga tuna netra. Ide brilian membuat ular tangga tuna netra ini berangkat dari keprihatinan dan keresahan mereka melihat tidak banyaknya wahana serta sarana permainan bagi anak tuna netra.

Selain berhasil membawa pulang medali perak ke tanah air, Hanun juga mendapatkan penghargaan dari Science and Technology Association Moscow Rusia atas prestasinya tersebut.

Luapan kegembiraan dan rasa syukur tak henti-hentinya terucap khususnya bagi keluarga besar SDIT Bina Amal seperti menurut Ustadz Eka Mulyanto selaku kepala SDIT Bina Amal.

"Alhamdulillah, sebuah kebahagiaan yang luar biasa, apalagi saat mengingat pengorbanan untuk dapat mengikuti ajang ini, saat mendapat tawaran dari LIPI untuk terbang ke Jepang mengikuti kompetisi ini, Hanun tidak mendapat dana sepeser pun hingga harus mengusahakan sendiri melalui perjuangan yang luar biasa pula, terlebih Ayah Bundanya. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi siswa-siswi SDIT Bina Amal lainnya dan bagi anak-anak Indonesia. Barokalloh Hanun, prestasi ini semoga menjadikanmu semakin sholihah, bermanfaat untuk sesama, dan tetap rendah hati." jelas Ustadz Eka yang saat ini tengah mengikuti Munas JSIT di Lombok melalui pesan pribadinya.

#IEYI2017
#NagoyaJepan
#IndonesiaBangga
#JatengBangga
#SDITBinaAmal
#SekolahParaJuara
#DHumas

Posting Komentar

 
Top