0


Tidak terasa Bulan Ramadan, bulan suci penuh berkah sudah berlalu beberapa hari. Adakah target yang sudah kita rancang bersama keluarga di Ramadan kali ini? Jika Belum membuat target, maka tidak ada kata terlambat. Sekarang saatnya kita membuat target Ramadhan...!

Mari kita lihat bagaimana para salafus shalih melaksanakan ibadah saat ramadan tiba. Sebagai contah, Imam Syafi’i (204 H), beliau dalam bulan Ramadhan biasa menghatamkan Al Qur’an dua kali dalam semalam, dan itu dikerjakan di dalam shalat, sehingga dalam bulan Ramadhan beliau menghatamkan Al Qur`an enam puluh kali dalam sebulan (Tahdzib Al Asma’ wa Al Lughat, 1/ 45)

Al Qazwini (590 H), seorang ulama madzhab Syafi’i yang masuk golongan mereka yang bermujahadah dalam bulan Ramadhan, akan tetapi aktivitas beliau agak berbeda dengan amalan-amalan para ulama lain. Setelah shalat tarawih, beliau membuka majelis tafsir yang dihadiri banyak orang. Beliau menafsirkan surat demi surat semalam suntuk, hingga datang waktu shubuh. Kemudian beliau melakukan shalat shubuh bersama para jama’ah dengan wudhu isya’. Sekan tidak memiliki rasa lelah, setelah itu beliau mengajar di madrasah Nidhamiyah sebagaimana biasanya. (Thabaqat As Syafi’iah Al Kubra, 6/10).

Ali Khitab bin Muqallad (629 H), seorang ulama Bagdad yang hidup di masa khalifah Al Muntashir, dalam Ramadhan mampu menghatamkan Al Qur’an 90 kali, dan di hari biasa beliau menghatamkan sekali dalam sehari. (Thabaqat As Syafi’iyah Al Kubra, 8/294).

Generasi salafus shalih termasuk dalam generasi terbaik setelah khulafur rasyidin yang terdapat dalam nubuah Rasulullah. Mungkin sedikit mustahil bagi kita mengikuti target mereka. Karena selain azam (niat) dan lingkungan pendidikan yang baik mereka juga memiliki karomah. Namun, bukan mustahil bagi kita dan keluarga untuk menetapkan target dan meningkatkan ibadah masing-masing anggota keluarga selama Bulan Ramadan tahun ini.

Ramadan sangat singkat hanya 29 atau 30 hari jangan biarkan berlalu tanpa konsolidasi, tanpa perbaikan dalam keluarga, tanpa target yang terukur. Berikut yang dapat kita lakukan dalam membuat ramadan produktif bersama keluarga.

1. Evaluasi status ibadah masing-masing keluarga

Sebelum menentukan target, mari kita duduk bersama dan mengevaluasi sampai dimana tingkatan ibadah masing-masing anggota keluarga dan apa yang dibutuhkan. Buatlah chart untuk memudahkan setiap orang melihatnya. Buat kolom nama-nama anggota keluarga, status saat ini, target ramadan, pencapaian.

Misalnya, ayah saat ini belum istiqomah shalat 5 waktu berjamaah dan membaca Alquran padahal ayah yang paling bagus dan benar bacaannya diantara anggota keluarga yang lain. Target ramadan ayah, shalat berjamaah 5 waktu, Khatam Alquran 2x, Menambah hafalan 1/2 juz.

Untuk ibu, misalnya saat ini lebih banyak waktu menonton dan memasak, serta bacaan Alqurannya belum betul tajwidnya. Maka target ibu menonton tv hanya 1 jam sehari, belajar tajwid dan khatam 1x. Untuk ananda dapat disesuaikan misalnya jika masih dibawah 5 tahun berarti orang tua lebih banyak mengenalkan dan memperlihatkan berbagai ibadah seperti shalat, puasa dan tilawah sebagai kegiatan yang positif dan menyenangkan. Memberikan banyak cerita atau membuat kreasi ramadan.

Jika ananda sudah dapat belajar Iqro atau bahkan sudah membaca Alquran, bisa dibuat target, menyelesaikan 2 hal Iqro sehari, atau tilawah 1-2 lembar sesuai kemampuan. Menambah hafalan surat. Mengenal atau menghafal hadits-hadits dengan tema tertentu.

2. Buatlah target yang realistis


Membuat target yang realistis artinya kita mengukur diri dan kemampuan yang ada pada kita juga pada anggota keluarga yang lain. Meski diawal diceritakan bagaimana para salafus shalih dalam menghadapi ramadhan, tentu tidak serta merta kita mengikutinya, padahal ilmu dan kemampuan kita belum memadai.

Membuat target sesuai kemampuan diri dan yang paling realistis juga tentu dengan peningkatan yang dapat terukur. Meski ayah harus tetap bekerja atau ibu pun demikian, maka mulailah mengatur waktu dan menghitung berapa lama setiap kegiatan dilakukan dan pada waktu kapan dapat menjalankan target-target yang telah ditetapkan.

Misal jika ayah bekerja naik kereta atau bus maka saat perjalanan dapat diisi dengan tilawah atau menghafal, begitu pun dengan ibu. Jika ayah membawa kendaraan sendiri maka dalam perjalanan bisa digunakan untuk menghafal melalui MP3 atau CD di mobil.

3. Tentukan waktu halaqah keluarga

Ramadan ini bulan yang istimewa, terlebih di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim. Suasana ramadan sangat kenal hingga acara televisi, bilboard dijalan bertema religius sepanjang bulan. Belum lagi berbagai penganan khas yang tiba-tiba hadir di sepanjang jalan-jalan ramai.

Inilah momen kebersamaan, karena saat berbuka dan sahur umumnya ingin selalu bersama keluarga. Jika pada bulan lain momen kebersamaan hanya pada saat akhir pekan, maka ramadan ini tentu akan lebih banyak waktu bersama keluarga.

Manfaatkan momen ini untuk membuat halaqah keluarga. Ayah sebagai pemimpin bertugas menjadi nara sumber. Buatlah tema harian, atau tema untuk berapa kali halaqah selama ramadan. Pastikan tema yang disesuaikan untuk seluruh anggota keluarga. Misalnya tema halaqah pekan pertama memperdalam tauhid, tema pekan kedua indahnya shalat atau bisa juga taddabur juz 30 atau tentang sirah Nabawiyah.

4. Waktu ibadah bersama keluarga

Ramadan adalah waktunya meningkatkan ibadah. Jika di hari-hari biasa sangat jarang melakukan ibadah bersama, maka ramadan tahun ini saatnya melakukan ibadah bersama.

Lakukanlah ibadah-ibadah sunnah bersama, misalnya bersama-sama ke mesjid untuk tarawih. Jika lapang bisa juga bersafari tarawih ke mesjid-mesjid agung atau mesjid raya yang dekat dengan rumah untuk variasi. Lakukan tilawah atau dzikir bersama keluarga saat setelah ashar atau menunggu berbuka diwaktu akhir pekan. Bisa juga melakukan qiyamul lail bersama.

5. Silaturahmi dan berbagi


Selain ibadah tentu ramadan juga adalah bulannya berbagi, bulannya untuk bersilaturahmi. Lakukan kegiatan ini bersama keluarga, keluarga besar, tetangga atau komunitas. Buka bersama adalah tradisi yang selalu dilakukan setiap ramadan tiba. Aturlah waktu buka bersama sebagai ajang silaturahmi. Pilihlah tempat yang kondusif, baik untuk mempererat kekeluargaan juga untuk saling menyemangati dan mempertebal iman kita.

Sisihkanlah harta kita dan berbagilah. Lakukan bersama-sama anggota keluarga. Berbagi dari hal kecil, misalnya membuat makanan berbuka lebih banyak dan diberikan pada mereka yang tidak dapat berbuka bersama keluarga, misal petugas parkir, petugas pintu lintasan kereta, atau siapa yang sering kita jumpai.

6. Istiqomah

Setelah evaluasi, membuat target dan menentukan berbagai kegiatan yang kita perlukan adalah semangat untuk istiqomah menjalankannya. Ajaklah semua keluarga untuk saling mengingatkan karena semangat bisa saja menurun sehingga target tidak tercapai.

Hindari hal-hal yang melemahkan semangat ibadah kita, seperti duduk seharian menonton tv, berlama-lama bersama gadget, media sosial dan games. Hadirilah kajian-kajian atau tempat yang dapat meningkatkan semangat ibadah kita, seperti majlis ilmu, mesjid-mesjid atau berkunjung pada rumah sahabat yang shalih.

Ayo raih ramadan terbaik tahun ini. Jangan sampai terlewatkan. Niatkan ramadan ini adalah bulan konsolidasi untuk meningkatkan ibadah dan ilmu bersama keluarga.

Semoga Allah memberi kekuatan dan rahmatnya kepada seluruh keluarga muslimin di dunia, aamiin. 

Posting Komentar

 
Top