0

Membuat anak-anak senang ke masjid adalah bagian yang sangat penting dari upaya untuk membangun generasi yang shalih dan shalihah. Di masjid anak-anak dapat belajar mengaji al-Qur’an, belajar shalat (baik itu gerakan maupun bacaan) dengan baik, dasar-dasar penting dalam ilmu agama Islam, dan pembiasaan beraklak mulia.

Ramadhan merupakan saat yang tepat untuk berusaha agar anak-anak senang ke masjid. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan :

Pesantren Ramadhan

Pesantren Ramadhan ini dilakukan setiap bulan Ramadhan. Yaitu setiap hari pukul 16.30 – 17.30 WIB. Dengan memberikan materi dasar tentang ke Islaman. Agar anak tetap semangat berikan juga games-games edukasi. Kemudian memberi jajajan sehat untuk anak setiap selasai pesantren. Bisa dimakan bersama-sama dimasjid sambi menunggu waktu berbuka atau di bawa pulang.

Khataman Al-Qur’an

Khataman Al-Qur’an ini dilakukan setiap ada anak yang khatam membaca Al-Qur’an 30 juz. Khataman ini dilaksanakan meski yang khatam hanya seorang anak. Hal ini penting agar anak yang khatam merasa senang, juga para temannya yang belum jadi bersemangat. Pada acara khataman ini anak yang khatam memimpin teman-temannya membaca surat-surat akhir di juz 30, ditutup dengan doa khatmil Qur’an, lalu makan bersama meski sederhana.

Mengundang Pendongeng

Agar anak mendapatkan selingan atau kesegaran dari cara belajar atau mengaji yang biasanya diampu oleh ustadz/ustadzahnya, secara berkala sebaiknya mengundang pendongeng profesional.

Mendengarkan Anak Bercerita

Anak-anak senang sekali bila ia bercerita lalu didengarkan dan ditanggapi dengan baik. Ini dapat di lakukan terhadap anak yang ingin bercerita di sela-sela mengaji atau pesantren Ramadhan. Di samping menambah keakraban, anak akan senang karena menjadi pribadi yang dihargai.

Memberi Hadiah

“Siapa yang mau balon?” Tentu anak-anak akan kompak menjawab, “Sayaaa…!” Hadiah tidak harus yang mewah, bisa balon, buku atau yang anak-anak suka. Misal memberikan hadiah kepada anak yang terpilih sebagai anak yang paling rajin datang ke masjid maupun yang menang dalam perlombaan. Hal ini penting agar anak yang bersangkutan senang dan membuat semangat anak yang lainnya

Berkunjung Ke Rumah Anak Bersama-Sama

Menjadwal untuk mengunjungi anak, atau ketika ada salah satu anak yang sakit, terkena musibah, atau bahkan anak putra dikhitan. Hal ini penting untuk mengasah kecerdasan emosional dan sosial anak lainnya, juga demikianlah indahnya persaudaraan dalam Islam.

Berkunjung ke Pesantren

Anak-anak perlu mengetahui juga bahwa di luar sana, ada anak-anak lain yang meninggalkan ayah dan ibunya untuk belajar agama Islam dan tinggal bersama di sebuah pesantren. Hal ini penting agar anak-anak mempunyai semangat dalam belajar berislam. Maka, kami sengaja mengisi salah kegiatan kami dengan berkunjung ke pesantren.

Mengadakan Lomba

Sebagai ajang mengasah bakat dan minat, kami sengaja mengadakan beberapa macam perlombaan. Biasanya dilakukan pada saat libur sekolah atau pada peringatan hari-hari besar Islam.

Buka Puasa Sebulan Penuh

Berbuka puasa selama sebulan penuh adalah kegiatan rutin kami selama Ramadhan. Sebelum berbuka puasa, anak mengaji atau melakukan kegiatan lain yang telah dijadwalkan. Kegiatan diakhiri dengan takbir keliling pada malam Idul Fitri.

Bermalam di Masjid

Biasanya inilah salah satu kegiatan yang ditunggu-tunggu anak, yakni mabit atau bermalam di masjid. Kegiatan ini biasanya di lakukan di bulan Ramadhan. Sungguh, di setiap kegiatan anak-anak menyatakan kegembiraannya karena bermalam di masjid adalah kenangan tersendiri. Kegiatan dalam mabit adalah shalat isya dan tarawih berjamaah, tadarus, malam kreativitas, tahajjud, shalat shubuh berjamaah, dan jalan pagi bersama.

Semoga bisa menjadi inspirasi...

Posting Komentar

 
Top