0

‘Rumah’ adalah salah satu kunci utama, bukan hanya meningkatkan prestasi belajar anak, tapi juga penguatan konsep dirinya. Dari ‘rumah’ pula, mood anak dalam menuntut ilmu bisa hilang, atau yang lebih parah hilang harga dirinya. Berapa banyak anak yang pergi ke sekolah dalam keadaan ‘kacau’ karena kondisi keluarga yang tidak harmonis? Menuntut ilmu dengan beban karena dianggap bodoh dan tidak dihargai, atau ke sekolah tanpa bekalan tujuan yang jelas untuk masa depannya?

Peran keluarga sangat penting menguatkan kepribadian dan kecerdasan anak. Tak hanya cerdas intelegensianya, namun juga spiritual dan emosionalnya. Sistem pendidikan nasional bisa saja tak henti dari problem, tapi jangan sampai problem itu diawali dari tidak kokohnya sistem berkeluarga di rumah.

Keharmonisan dalam suatu keluarga harusnya selalu dijaga, karena hubungan yang baik dalam suatu keluarga memiliki korelasi yang positif bagi anak dalam prestasi atau keberhasilan pada proses belajarnya. Begitu pula sebaliknya, jika keharmonisan suatu keluarga itu menurun maka prestasi siswa atau semangat dalam proses pembelajaran pun di khawatirkan akan menurun pula.

Anak akan belajar dari interaksi dan budaya yang ada. Sedangkan budaya yang pertama kali di rasakan oleh anak adalah budaya dalam keluarga. Maka dari itu budaya yang baik dalam keluarga sangat berpengaruh. Misalnya budaya sholat berjamah yang dilakukan rutin dalam suatu keluarga. Maka anak-anaknya juga akan membiasakan budaya rutin sholat berjamaah.

Sehingga peranan keluarga sangat mempengaruhi proses perkembangan anak, utamanya dalam hal belajar dan perilaku serta pemikirannya. Begitu pula dengan perhatian orang tua (keluarga) maksudnya adalah interaksi yang baik dan perhatian yang intensif anak akan lebih tenang emosionalnya karena tidak tertekan sehingga proses belajar anak akan alami berlangsung dengan baik. Untuk itu keharmonisan dalam suatu keluarga harus tetap terjaga agar proses pebelajaran anak pun tetap stabil dan berjalan dengan baik sesuai tujuan yang diinginkan.

Jika, di rumah ia sudah bisa teratur dalam belajar maka di sekolah pun ia juga akan mengikuti pembelajaran dengan baik pula. Namun, masih banyak orang tua yang belum mengerti akan hal ini. Masih banyak dari mereka (orang tua) cenderung memaksa dengan keras dan mengejar-ngejar si anak untuk belajar.

Padahal cara ini dapat membuat anak merasa ketakutan dan akan benci terhadap kegiatan belajar. Untuk mengatasi hal ini, ada baiknya jika sekolah selalu melakukan interaksi pada orang tua terkait masalah-masalah atau kesulitan yang di hadapi peserta didik, selain itu juga memberikan arahan-arahan bagaimana seharusnya memberikan perhatian dan mendidik anak secara efektif. Agar adanya kesesuaian pembelajaran antara dirumah dan di sekolah dan berjalan sejalan secara berdampingan

Dan Alhamdulillah di Sekolah Islam Terpadu Bina Amal sudah ada beberapa kegiatan yang rutin dilakukan. Di antaranya kegiatan parenting, yaitu penyamaan persepsi tentang cara mendidik anak baik di sekolah maupun dirumah. Kemudian ada pengajian Majelis Sekolah, yaitu kegiatan parenting dengan mengundang pakar untuk bersama-sama membahas tentang pendidikan anak dan permasalahannya.

Dari uraian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan dalam keluarga yang diberikan oleh orang tua terhadap anak-anaknya adalah pendidikan yang didasarkan pada rasa kasih sayang dan perhatian untuk merangsang dan membina kreativitas.


Wallahu a’lam bishowab....



Posting Komentar

 
Top