0


Ibrahim muda belum ditetapkan Allah SWT menjadi nabi dan rasul. Usianya baru sekitar 16 tahun. Meski belum jadi apa-apa, idealisme dan semangat juang membuatnya harus turun ke gelanggang menegakkan nilai-nilai aqidah. Bukan hanya masyarakat biasa yang harus dihadapinya, tapi raja Namruz yang dihormati dan disegani rakyatnya.

Hancurnya berhala bukanlah tujuan, tapi trik untuk membuka hati dan pikiran semua orang. Itu berhasil dilakukan Ibrahim muda.

Tapi, kekuasaan dan kesombongan membuat orang sulit menerima kebenaran, karenanya Namruz yang zhalim justru menuduh zhalim orang yang berjasa membuka hati dan pikiran, begitulah kesan dari kisah Ibrahim menghancurkan berhala-berhala hingga ia divonis mati dengan eksekusi dibakar.

Tanpa kedudukan, jabatan dan nama besar, Ibrahim telah berjuang menegakkan nilai-nilai kebenaran. Sekarang, banyak orang punya jabatan, gelar dan pengaruh, tapi tidak berjuang, lebih tragis justru menghambat perjuangan dakwah.

Posting Komentar

 
Top