0
Hanun, Siswa Kelas 4 SDIT Bina Amal Menerima Penghargaan

Barokallah, Alhamdulillah...kembali SDIT Bina Amal Berprestasi di Tingkat Nasional pada ajang National Young Inventor Awards (NYIA), yang merupakan kerja sama LIPI dengan British Council melalui program Newton Fund dan didukung Intel Indonesia serta PT. Aneka Fermentasi Industri (AFI).

Meski baru duduk di kelas empat Sekolah Dasar, namun Hanun Dzatirrajwa memiliki tingkat kepedulian tinggi. Rupanya justru hal itu lah yang membawa dirinya menjadi salah satu dari 29 invensi terpilih dari 868 karya usulan peserta lain, dalam ajang National Young Inventor Award (NYIA) 2016 di LIPI Pusat, Jakarta pada Senin (26/09/2016).

Karya Hanun, ular tangga Braille
Munculnya ide ‘Ulang Tangga Tuna Netra’ berawal dari perhatiannya pada teman-temannya yang memiliki keterbatasan dalam melihat atau tuna netra. Kehadiran permainan tersebut diharapkan mampu menolong teman-temannya.

Menurut Hanun, kaum tunanetra terutama anak-anak pasti membutuhkan sarana bermain yang memadai, tapi selama ini dari riset yang mereka lakukan, belum ada media permainan ular tangga khusus untuk kalangan tunanetra.

“Keberadaan permainan saat ini kurang menfasilitasi penderita tuna netra untuk bermain seperti layaknya anak-anak normal lainnya. Itulah mengapa saya mempunyai ide untuk menciptakan permainan ini,”

"Kami berinovasi membuat produk bernama ular tangga tunanetra yang khusus digunakan untuk anak tuna netra, media ini menggunakan simbol-simbol berbentuk angka braille," kata Hanun siswa SD IT Bina Amal Semarang itu.

Cara bermainnya seperti pada umumnya. Dadu cukup dilempar ke atas, setelah jatuh di lantai bagian atas dadu menunjukkan jumlah langkah poin. Sementara alur berupa ular dan tangga diganti menjadi alur panah.

Hanun sedang menjelaskan karyanya
Sejumlah kelebihan yang menjadi inovasi dari permainan ular tangga tuna netra karya Hanun ini adalah adanya penggunaan huruf braile timbul. Dengan begitu, pemain akan mampu meraba pergerakan tangan mereka mengikuti ular dan tangga yang ada.

“Supaya permainan berjalan, alurnya yang berupa tangga dan ular diganti denan alur panah,” jelas Hanun ketika menunjukkan cara pengunaan papan permainan itu.

Sekali lagi , barokallah ananda Hanun. Terus berkarya dan berprestasi..semoga menjadi sumber inspirasi bagi yang lain...


humas@binaamal.info (us)

Posting Komentar

 
Top