0
Pembiasaan Sholat Berjamaah

1. Anak-anakmu bukan pilihanmu, mereka menjadi anak-anakmu, bukan karena keinginan mereka, tetapi karena takdir Allah. Lihat QS.28:68, QS.42:49-50.

“Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).”
(QS. Al Qoshosh 68)

2. Karena apa yg Allah takdirkan untukmu, maka itulah amanah yg harus ditunaikan.
Lihat QS.8:27-28.
“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. Al Anfal 28)

3. Orang tua lah yg ingin memiliki anak dan keinginanmu adalah janjimu kpd Alloh. Maka tepatilah janjimu karena akan Alloh minta pertanggung jawabannya. Lihat QS.5:1, QS.17:34, QS.13:19-24.
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu” (QS. Al Maidah 1)

4. Alloh tidak membebanimu melampaui kemampuanmu, maka bersungguh-sungguhlah.
Lihat QS.2:233, QS.64:16, QS.3:102, QS.22:78.
“Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian” (QS. Al Baqoroh 233)

5. Allah tidak mewajibkan kamu membentuk anak-anakmu mahir dlm segala hal, tetapi Allah mewajibkan membentuk anak-anak yg sholeh terbebas dari neraka. Lihat QS.66:6, QS.46:15.

"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (QS. Al Ahqof 15)

6. Jangan berharap kebaikan dari anak-anakmu,bila tidak mendidik mereka menjadi anak-anak yg sholeh. Lihat QS.11:46, QS.19:59.
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan” (QS. Maryam 59)

7. Jangan berharap banyak pada anak-anakmu,bila kamu tidak mendidik mereka sebagaimana mestinya. Lihat QS.17:24.

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."” (QS. Al Israa; 24)

8. Didiklah anak-anakmu sesuai fitrahnya. Lihat QS.30:30.
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Ar Ruum 30)

9. Janganlah menginginkan anak-anakmu sebagai anak-anak yg sholeh sebelum engkau menjadi sholeh lebih dahulu. Lihat QS.61:2, QS.66:6.
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim 6)

10. Janganlah menuntut hakmu dari anak-anakmu,sebelum engkau memberi hak anak2mu. Lihat QS.1:5.
“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan”
(QS. Al Fatihah 5)

11. Janganlah engkau menuntut hakmu dari anak2mu,sampai engkau memenuhi hak2 Allah atasmu. Lihat QS.2:83, QS.4:36, QS.6:151, QS.17:23-24.
"Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar[518]." Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya)” (QS. Al An’am 151)

12. Berbuat baiklah pada anak-anakmu,bahkan sebelum mereka diciptakan. Lihat QS.2 : 221.
“Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran” (QS. Al Baqoroh 221)

13. Janganlah engkau berpikir tentang hasil akhir dari usahamu mendidik,tetapi bersungguh2lah dalam mendidik. Lihat QS.11:93.
“Dan (dia berkata): "Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah azab (Tuhan), sesungguhnya akupun menunggu bersama kamu." (QS. Huud 93)

14. Janganlah berhenti mendidik sampai kematian memisahkanmu. Lihat QS.15:99.
“dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)” (QS. Al Hijr 99)

buku co-parenting SDIT Bina Amal 2016

Posting Komentar

 
Top