0
Murojaah Rutin SMPIT Bina Amal.

"Mas bisa nggak kalau wakaf quran ini atas nama orangtua yang sudah meninggal?" satu whatsapp dari seorang teman masuk ke smartphoneku.

Sobat Nida, pernah mendapatkan pertanyaan seperti itu? Ketika kita bikin aksi sosial penyaluran wakaf quran atau kegiatan sosial lainnya, ada donatur yang ingin ikut sedekah/donasi namun atas nama keluarganya yang telah tiada.

Atau fenomena lainnya di masyarakat tidak jarang kita jumpai orang yang berniat haji, wakaf untuk mesjid atau berqurban atas nama kerabatnya juga yang sudah meninggal.

Semua ini tentu tujuannya agar pahala dari amal kebaikan yang dilakukan sampai kepada si mayit. Hal ini dibolehkan dalam Islam bahkan ada dalil tegas dalam masalah ini.


Hadis dari Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa ada seorang lelaki yang berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّأُمِّيَافْتُلِتَتْنَفْسَهَاوَلَمْتُوصِ،وَأَظُنُّهَالَوْتَكَلَّمَتْتَصَدَّقَتْ،أَفَلَهَاأَجْرٌ،إِنْتَصَدَّقْتُعَنْهَا؟قَالَ: «نَعَمْتَصَدَّقْعَنْهَا»

“Ibuku mati mendadak, sementara beliau belum berwasiat. Saya yakin, andaikan beliau sempat berbicara, beliau akan bersedekah. Apakah beliau akan mendapat aliran pahala, jika saya bersedekah atas nama beliau?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya. Bersedekahlah atas nama ibumu.” (HR. Bukhari 1388 dan Muslim 1004)

Dalam hadis yang lain, dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwa ibunya Sa’d bin Ubadah meninggal dunia, ketika Sa’d tidak ada di rumah. Sa’d berkata,

يَارَسُولَاللَّهِإِنَّأُمِّيتُوُفِّيَتْوَأَنَاغَائِبٌعَنْهَا،أَيَنْفَعُهَاشَيْءٌإِنْتَصَدَّقْتُبِهِعَنْهَا؟قَالَ: «نَعَمْ»

“Wahai Rasulullah, ibuku meninggal dan ketika itu aku tidak hadir. Apakah dia mendapat aliran pahala jika aku bersedekah harta atas nama beliau?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya.” (HR. Bukhari 2756)


Baca juga: Cara Memotivasi Anak dan Remaja Agar Shalatnya Tidak Bolong-bolong


Sore itu beberapa minggu yang lalu, saat menyimak kajian fiqih dari seoranf Ustadz di Mesjid ICID Isy Karima, Karanganyar, aku seperti tersetrum ketika beliau mengatakan bahwa pahala kebaikan dari anak soleh/solehah akan mengalir pada orangtuanya.

Eh, selama ini kukira hanya doa anak soleh/solehah saja yang sampai ke orangtua yang sudah meninggal. Ternyata pahala dari setiap amal kebaikannya juga sampai toh?

Duh, Gung, ke mana aja kamu selama ini?

Mungkin ratusan atau bahkan ribuan kali kita membaca dan mendengar hadis tentang 3 perkara yang amalannya tidak akan putus sekalipun seseorang itu telah meninggal kan, Sob. Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakan pada orangtuanya. Apa yang aku pahami selama ini yaa hanya doa anak soleh/solehah saja yang sampai ke mayit. Sudah sampai situ saja pemahamanku.

Hari itu aku tidak sempat bertemu dengan Ustadz jadi tidak bisa bertanya lebih lanjut. Tapi beberapa hari kemudian, selepas Isya kami bertemu dan langsung saja kuutarakan "pertanyaan polos" itu.

"Ustadz, bukannya cuma doanya anak soleh/solehah aja ya yang sampai ke orangtua? Dalil pahalanya anak soleh/solehah sampai ke orangtua itu yang mana?" tanyaku kepo bin penasaran.

"Dalilnya ya yang itu. Itu untuk memotivasi anak supaya ingat untuk mendoakan kedua orangtuanya." jawab Ustadz.

Aku seperti anak kecil yang baru tahu kalau madu itu rasanya manis. Oh, gitu toh ternyata.

Ketika aku tanya ke beberapa Ustadz pun jawabannya sama, aku googling penjelasan tentang hadits itu pun penjelasannya sama.

Semua amal anak bisa sampai ke orang tuanya, sekalipun anak tidak mendoakannya. Sebagaimana sedekah jariyah bisa mengalirkan pahala selama apa yang dia sedekahkan dimanfaatkan masyarakat, meskipun orang yang memanfaatkannya tidak pernah mendoakannya. (Syarh Sunan Ibn Majah, as-Suyuthi, hlm. 22)

Heee, Gung ke mana aja kamu selama ini? Ke mana aja kita selama ini, Kawan?

Terang dan jelas sudah bukan? Bukti bakti kita pada orangtua yang sudah meninggal tidak hanya meniatkan sebagian sedekah atau ibadah atas nama mereka yang sudah tiada, tapi ingatlah bahwa pahala dari setiap amal kebaikan kita akan sampai pada mereka. Jadi ya jadilah anak soleh dan solehah. Ahh, jelas sekali jawaban pertanyaan ini.

Pengetahuan ini telah sampai kepadaku ketika seorang teman menanyakan hal itu lewat whatsapp. Lalu bagaimana kamu membalas pertanyaan temanmu itu, Gung?

"Setiap perbuatan baik seorang anak, --tidak hanya doanya saja-- pahalanya akan sampai ke orangtua. Jadi... kapanpun di mana pun Mbak berbuat baik. Insya Allah pahalanya nyampe ke orangtua tanpa mengurangi pahala Mbak."

*dari berbagai sumber

Posting Komentar

 
Top