0

Memberi hadiah atas kerja keras anak dengan cara yang berbeda ternyata meberikan dampak yang baik bagi anak.

Grace Yong, pendiri Character Montessori di Singapura, mengingatkan keburukan memberi hadiah pada anak atas kerja kerasnya. Pesan terselubung yang diberikan orang tua: “Berusaha keras dan senangkan hati saya, maka saya akan memberi kamu hadiah”. Anak-anak kemudian bekera keras untuk hadiah, sehingga ia tidak pernah menikmati buah dari kerja kerasnya yang justru penting untuk kesuksesannya di masa depan.

Sebagai gantinya, Grace menyarankan agar Anda memberi afirmasi secara lisan. Contoh, katakan: “Kamu selama ini berlatih keras, makanya kamu terpilih mewakili sekolah untuk perlombaan menari. Kamu hebat, ya!”. Kita perlu membuat anak-anak fokus pada pencapaian yang mereka rasakan secara alami saat mereka bekerja keras dan membuat kemajuan. Dalam proses ini, anak-anak membangun rasa penghargaan terhadap diri sendiri dan juga penghargaan terhadap kesuksesan.

Tapi walau menyarankan penghargaan lisan, Grace juga percaya bahwa pencapaian anak perlu dirayakan. Saat salah satu dari empat anaknya, yang berusia antara 12 – 21 tahun, melakukan sesuatu dengan baik, mereka pergi makan ke tempat spesial. Pesannya: Sebagai keluarga, kita mendukung kesuksesan salah satu anggota keluarga.

Tan Meng Wei, direktur utama pusat penitipan anak Star Learner’s Group di Singapura, juga percaya akan pentingnya pemberian penghargaan kepada empat anaknya yang berusia antara 4 – 12 tahun. Tapi ia menyarankan orang tua untuk menempatkan pesan dengan hati-hati. Contohnya, kata Meng Wei, mereka membawa anaknya ke restoran Perancis yang lezat setelah memenangkan lomba mewarnai di sekolah. Mereka tidak menghubungkan hadiah tersebut dengan “Jika kamu menang, kami akan membawa kamu makan di luar.” Tapi, lebih seperti, “Usaha yang bagus, ayo kita rayakan!”

Lita Lunanta, psikolog anak dan pengajar pada Universitas Esa Unggul, sepakat bahwa hadiah tidak harus melulu dalam bentuk materi, tapi bisa dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. " Permainan di malam hari, membuat pizza bersama-sama, dan kegiatan seru lainnya bisa menjadi reward, seperti yang sering kami lakukan dalam keluarga kami," kata Lita.

Sumber : www.parenting.co.id

Posting Komentar

 
Top