0
Camilan yang enak belum tentu menyehatkan. Inilah beberapa camilan yang enak di mulut tapi buruk bagi kesehatan anak di masa depan. Jika sudah terlanjur memberikan camilan tidak sehat ini segera kurangi.

BURGER

Fakta: Isi tangkup roti, selembar keju ditambah selada dan acar akan menyetor 540 kalori, yang terbesar berasal dari lemak jenuh sebanyak 41 persen. Lemak jenuh sulit diuraikan oleh tubuh dan depat diubah menjadi kolestrol. Kandungan natrium atau sodiumnya mencapai 33 persen dari kebutuhan sehari

Pertimbangkan: Dengan pasokan kolestrol sebanyak 122 mg, sebuah burger sudah memasok lebih dari sepertiga jatah kolestrol harian. Kelebihan kolestrol akan menimbulkan risiko gangguan tekanan darah dan penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah.

NUGGET AYAM INSTAN

Fakta: enam potong nugget ayam menghasilkan 285 kalori, dimana 163 kalori berasal dari lemak dengan kolestrol sebanyak 52,8 mg. Kandungan natriumnya mengambil jatah 23 persen dari kebutuhan harian. Sedangkan proteinnya tinggi, yakni 30 persen dari kebutuhan harian.

Pertimbangkan: meski memunyai lemak tak jenuh yang baik bagi tubuh, makanan ini memasok kalori yang cukup besar. Nugget dibuat dari cabikan daging ayam dan digoreng dalam minyak yang sangat banyak. Mengandung zat tambahan seperti pengawet, untuk membuatnya tahan lama.

KENTANG GORENG

Fakta: dalam 30 batang kentang goreng terdapat 201 kalori dengan kandungan karbohidrat sebanyak 50 persen. Terdapat juga serat sebanyak 1,4 gram—masih jauh dari kebutuhan asupan per hari, yakni 36 g. Kandugan lemak yang aman kurang dari 25 persen dari jumlah kalori yang dikandungnya.

Pertimbangkan: Diabetes and Obesity Center of Excellence di University of Washington in Seattle menemukan kandungan lemak yang tinggi berisiko mengacaukan sel-sel saraf otak yang mengontrol berat badan. French Fries juga mengandung garam, lemak trans dan lemak jenuh yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler. Pada 2006, American Journal of Clinical Nutrition memuat penelitian yang menyimpulkan kentang dan french fries meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

GRANOLA COKELAT SUSU DENGAN KACANG

Fakta: Dalam 1 potong granola bar berlapis cokelat (28 g) terdapat 150 kalori. Karbohidrat menyumbang 40 persen, yang setengahnya berasal dari gula tambahan. Kandungan lemaknya 52 persen dari jumlah kalori, dan 80 persen adalah lemak jenuh. Proteinnya 10,8 g yang menghasilkan hanya 7,2 persen dari jumlah kalorinya.

Pertimbangkan: mengandung kalori yang tinggi hanya dari sepotong kecil. Konsumsi lemak jenuh bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler. Meski terdapat protein, kandungan granola cokelat ini tidak banyak mengandung asam amino essensial yang dibutuhkan tubuh.

MINUMAN BERSODA

Fakta: sekaleng minuman bersoda 355-470 ml mengandung 128 kalori. Sebanyak 127 kalori bersal dari karbohidrat. Tidak ada zat gizi penting yang membantu tumbuh kembang anak dalam sekaleng soda.

Pertimbangkan: kandungan gula yang tinggi membuat anak merasa kenyang namun sebenarnya tidak mendapatkan gizi. Penelitian dalam International Journal of Clinical Practice menyebutkan bahwa minuman soda juga dapat melemahkan otot serta tulang. Ada minuman bersoda yang mengandung 35 mg kafein, sama dengan batasan asupa kafein untuk anak per hari. American Psychological Association menyatakan, konsumsi kafein dalam jangka panjang akan meningkatkan kecemasan dan gangguan tidur.

Sumber : parentsindonesia.com

Posting Komentar

 
Top