0
PR atau pekerjaan rumah dari sekolah yang bermutu biasanya tidak hanya latihan soal saja, tapi dapat membangun komunikasi hangat antara anak dan orang tua. Mestinya bentuknya beragam, bermakna, dan menarik bagi anak-anak. Tahukah Mama bahwa para ahli pendidikan sering kali berdebat tentang pentingnya PR untuk anak-anak? Beberapa ahli berpendapat bahwa PR membuat anakanak belajar mengatur waktu, bertanggung jawab, tekun, dan percaya diri. Waktu di sekolah yang terbatas menyulitkan guru memenuhi seluruh materi yang disyaratkan. Melalui PR, guru berharap anak dapat mengulang kembali konsep-konsep yang dipelajari sehingga bisa lebih paham, dan nilai anak juga menjadi lebih baik.

Sementara itu, Alfie Kohn, penulis buku The Homework Myth; Why Our Kids get Too Much of A Bad Thing mengatakan bahwa tidak pernah ada penelitian yang menunjukkan bahwa PR untuk anak-anak sebelum mereka SMA bermanfaat secara akademis. Nancy Kalish, penulis buku The Case Against Homework juga mengatakan bahwa PR yang sering kali berupa tugastugas sederhana tetapi menyibukkan membuat anak menganggap belajar sebagai tugas, bukan lagi pengalaman yang menyenangkan. PR yang tidak diperiksa atau diberi umpan balik dengan segera oleh guru juga tidak efektif bagi peningkatan kemampuan akademik anak.

Lepas dari kontroversinya, PR dapat membantu anak mengingat kembali pelajaran di sekolah dan membuat orang tua tahu sejauh mana anak telah belajar. Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui:
  1. PR bisa dikenalkan pada anak usia SD. Anak TK tidak perlu PR. Murid SD kelas rendah juga sebenarnya tidak memerlukan PR.
  2. PR yang bermutu biasanya tidak hanya latihan soal saja. PR dapat menjadi alat belajar positif jika bentuknya beragam, bermakna dan menarik bagi anak-anak.
  3. Kehidupan sosial Anda dan anak masih berjalan wajar meski ada PR. Ini berarti interaksi Anda dan anak tak melulu tentang PR. Ia juga masih sempat bermain dan melakukan hobinya. Jika PR mengambil alih kehidupan keluarga, barangkali Anda perlu berbicara dengan pihak sekolah.
  4. Jika anak Anda sering kesulitan menyelesaikan PR secara mandiri sehingga harus selalu didampingi Anda atau guru les, konsultasikan dengan guru.
Sumber : parenting.co.id

Posting Komentar

 
Top