0
Dunia kerja percaya bahwa sumber daya manusia yang unggul adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemahiran hard skill saja tetapi juga piawai dalam aspek soft skillnya. Soft skill sendiri bisa dibagi dalam dua kategori, yaitu

Intrapersonal Skill
Kemampuan individu ini lebih menekankan pada kemampuan seseorang untuk mengatur dirinya sendiri. Misalnya, inisiatif, mengatur waktu, motivasi, berpikir kreatif, kemauan belajar, mandiri, beretika, disiplin, percaya diri, berpikir kritis, mengatasi stres, dan berkomitmen.

Interpersonal Skill
Kemampuan ini didukung oleh beberapa faktor antara lain: Mudah berkomunikasi, mampu membangun hubungan kerja sama, punya jiwa kepemimpinan, bisa bernegosiasi, mudah mempresentasikan pikirannya, dan mampu bicara di muka umum.

Extrapersonal Skill
Kemampuan yang ketiga ini adalah sebagai pelengkap dari dua kemampuan sebelumnya, yaitu bijaksana.

Ada lima unsur soft skill yang bisa dikembangkan pada anak-anak.

Inisiatif
Anak yang memiliki inisiatif akan selalu menemukan hal-hal baru untuk dilakukan. Biasanya anak ini akan melakukan berbagai hal tanpa ada perintah dari orangtua. Jadi, ketika ada PR dari sekolah tidak menunggu perintah lagi untuk mengerjaannya. Atau tanpa disuruh, akan segera membereskan mainan yang berserakan.

Disiplin
Dengan kedisiplinan, anak-anak akan tahu kapan waktu main dan kapan saatnya belajar. Anak yang biasa disiplin mudah untuk membagi waktu, sehingga akan menjadi bekalnya kelak ketika sudah bekerja.

Percaya diri
Percaya diri ini bisa dibentuk ketika orangtua memberikan kesempatan pada anak untuk melakukan sendiri hal yang diinginkan. Kalau gagal, nggak perlu dibantu, biarkan anak memperbaiki dengan caranya sendiri, sehingga tumbuh rasa percaya di dirinya.

Bekerja sama
Masa anak-anak adalah saatnya bermain. Dari permainan inilah timbul rasa kebersamaan. Anak yang mudah bekerja sama dengan temannya akan mudah menjalin hubungan kerja dengan orang lain ketika masuk dunia kerja nantinya.

Kepedulian
Ketika melihat orangtua berempati kepada orang yang mendapat kesulitan, anak akan melihat dan akan menjadi bagian dalam kehidupannya. Kepekaannya itu akan membentuk kepeduliannya kepada orang yang mendapat kesusahan.

Posting Komentar

 
Top