0
Perabot rumah tangga mulai dari kursi, meja, tempat tidur, hingga meja belajar, berpotensi menyimpan racun berupa logam timbal (lead), yang bisa terkandung di dalam cat pelapisnya. Di Amerika, setiap tahunnya ada lebih dari 300 ribu anak berusia antara 1-5 tahun yang terdeteksi memiliki level timbal berlebihan di dalam darahnya. Bagaimana cara timbal bisa masuk ke dalam darah? Tak lain adalah melalui saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan menyerap masuk melalui kulit. Masalahnya, ketika sudah masuk ke dalam darah, timbal akan didistribusikan ke seluruh tubuh seperti mineral berguna lainnya (zat besi, kalsium, dan zinc).

Paparan terhadap timbal dalam jangka waktu lama bisa mengakibatkan berbagai kerusakan. Jika penumpukan timbal terjadi di aliran darah, maka akibatnya sel-sel darah merah bisa mengalami penurunan fungsi dalam menghantarkan oksigen, sehingga meningkatkan risiko terjadinya anemia. Jika penumpukan timbal terjadi pada tulang, maka akan muncul hambatan dalam penyerapan kalsium di dalam tulang. Penumpukan timbal juga bisa mengakibatkan gangguan lainnya, termasuk koordinasi otot yang lemah, kerusakan pada sistem saraf, gangguan wicara, serta hambatan dalam pertumbuhan.

Cara menghindarinya :
1. Rumah tua dan perabot yang dibuat sebelum tahun 1970-an lebih berpotensi memiliki kandungan timbal pada cat pelapisnya, berhubung bahan ini banyak digunakan dalam campuran cat pada saat itu. Demi keamanan, gunakan hanya perabot baru—yang dilapisi dengan cat bebas timbal, setidaknya di dalam kamar dan ruang bermain anak.

2. Periksa kualitas dan kadar kandungan logam berat di dalam air keran atau air yang Anda gunakan sehari-hari untuk mandi,mencuci, dan memasak. Jika kadar timbalnya melebihi batas aman (bisa jadi karena pencemaran dari pipa air yang rusak), maka temukan alternatif sumber air yang lebih baik.

3. Pilih mainan—terutama bagi bayi yang senang memasukkan berbagai benda ke dalam mulutnya, yang terbuat dari bahan yang terjamin keamanannya. Lebih baik merogoh kocek lebih dalam untuk membeli mainan berkualitas prima daripada mempertaruhkan kesehatan anak.

4. Selalu awasi dan jangan biarkan anak memasukkan sembarang benda ke dalam mulutnya, terutama benda-benda yang sudah jatuh ke tanah yang kotor.
Sumber :www.parenting.co.id

Posting Komentar

 
Top