0
Sejarah Qiraati

  • Pada 1963, ustadz H. Dachlan S.Z. mulai mengajar baca AL-Qur'an dengan menggunakan "Turutan".
  • Tidak puas dengan hasil yang dicapai dari Turutan, beliau mencoba meneliti beberapa buku pelajaran membaca Al-Qur'an.
  • Dari buku-buku yang ada dirasa kurang memenuhi kriteria untuk mengajar ilmu baca Al-Qur'an yang baik dan benar.
  • Gagasan menyusun metode sendiri.
  • Penyusunan melalui proses yang sangat panjang dilakukan dengan penelitian, pengamatan, dan percobaan. Sementara sejak awal penyusunan metode, beliau selalu menekankan kepada murid-muridnya untuk membaca dengan LANCAR, yakni CEPAT, TEPAT dan BENAR.
  • Nama Qiraati diberikan oleh dua orang, yakni Ustadz Achmad Djunaidi dan Ustadz Syukri Taufiq. Qiraati mengandung makna "bacaanku" (yang baik dan benar sesuai dengan kaidah bacaan yang bertajwid lagi tartil). Kemudian pada tahun 1970-an, buku Qiraati ditashih dan mendapatkan restu dari ulama besar Al-Qur'an, yakni K.H.Arwani Amin A.H.
  • Sejak saat itulah mulai dikenal umat Islam dan digunakan dalam mengajarkan ilmu bacaan Al-Qur'an. Dengan menggunakan metode Qiraati yang beliiau susun, beliau merintis Taman Kanak-Kanak Al-Qur'an pada tanggal 1 Juli 1986.

Visi Misi dan Ciri-Ciri Qiraati

Visi Qiraati

Mengbudayakan Membaca al-Quran dengan Tartil


Misi Qiraati

  1. Mengadakan pendidikan al-Quran untuk menjaga, memelihara kehormatan dan kesusian al-Quran dari segi bacaan yang tertil
  2. Menyebarkan ilmu dengan memberi ujian memakai buku Qiraati hanya bagi lambaga-lembaga/guru-guru yang taat, patuh, amanah dan memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh koordinator
  3. Mengingatkan para guru agar berhati-hati jika mengajarkan al-Quran
  4. Mengadakan pembinaan para guru/calan guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan pengajaran al-Quran
  5. Mengadakan Tashih untuk calon guru dengan obyektif
  6. Mengadakan bimbingan metodologi bagi calon guru yang lulus tashih
  7. Mengadakan tadarus bagi para guru ditingkat lembaga atau MMQ yang diadakan oleh koordinator
  8. Menunjuk/memilih koordinator, kepada sekolah dan para guru yang amanah/ profesional dan berakhlakul karimah
  9. Memotivasi para koordinator, kepada sekolah dan para guru senantiasa mohan petunjuk dan pertolongan kepada Allah demi kemajuan lembaganya dan mencari keridlaan-Nya.

Ciri-Ciri Qiraati

1. Tidak di dijual secara bebas
2. Guru-guru lewat tashih dan pembinaan
3. Kelas TKP/TPQ dalam disiplin yang sama.


Posting Komentar

 
Top