0
Lemari obat dan kosmetika selalu masuk ke dalam kategori lokasi yang “perlu diwaspadai” di dalam rumah. Mulai dari salep antialergi, suplemen vitamin, obat pil tidur, tablet antibiotika, krim malam, sampai obat kumur, bisa menjelma menjadi mainan ataupun camilan jika sampai mendarat di tangan anak yang selalu ingin tahu. Akibat dari mengonsumsi obat-obatan secara sembarangan amat bervariasi, mulai dari sakit perut, muntah-muntah, gangguan fungsi organ, sampai yang akibatnya lebih fatal.

Cara mengatasinya :
1. Meski berguna memudahkan Anda untuk mengingat dan mengonsumsinya, jangan pernah meninggalkan botol vitamin, obat pengendali kehamilan, pil tidur, dan sebagainya di tempat-tempat yang mudah dijangkau—seperti di meja rias, meja makan, meja wastafel, dan sebagainya. Kemungkinan, anak yang suka berpura pura menjadi orang dewasa, akan meniru cara Anda menelan obat sebagaimana ritual yang sering disaksikannya.

2. Walau dalam rangka membujuk anak untuk meminum obat yang diberikan dokter kepadanya, jangan pernah menyamakan rasa obat dengan rasa permen. Ini berguna untuk menghindari anak mengasosiasikan obat dengan sesuatu yang lezat dan menggoda seperti permen.

3. Simpan semua jenis obat-obatan—baik obat resep maupun obat bebas serta obat luar maupun obat yang ditelan, di dalam lemari obat yang terkunci dan tidak mudah dijangkau maupun dilihat oleh anak-anak.

4. Simpan krim malam, lotion, pembersih wajah, parfum, dan perangkat kosmetika lainnya di dalam lokasi yang aman di laci meja rias Anda. Awasi anak ketika sedang berada di dalam kamar, agar tidak bermain main dengan perangkat tersebut.

5. Selalu simpan tablet dan pil di dalam tempat aslinya. Meletakkan obat-obatan di dalam wadah untuk bepergian yang lucu akan mempertebal rasa penasaran anak untuk ikut mencicipinya.
Sumber : www.parenting.co.id

Posting Komentar

 
Top