0

Anak Anda sudah belajar dan rajin mengerjakan PR namun tetap cemas ketika menghadapi ulangan? Itulah yang disebut test anxiety, kecemasan yang kadang dimiliki anak ketika mengikuti tes atau ulangan.

Biasanya kecemasan ini muncul akibat tekanan agar tidak gagal dan memperoleh nilai tinggi. Ini sebenarnya normal, tapi pada beberapa anak kecemasan yang dirasakan semakin intens dan mengganggu. Tubuh ikut terpengaruh dan muncullah gejala fisik. Misalnya, jantung berdegup kencang, napas memburu, keringat dingin menetes, tangan gemetar atau perutnya mulas.

Beberapa saran berikut bisa diterapkan pada anak, Ma:

- Mulailah dari catatan dan rangkuman yang baik. Mencatat adalah salah satu cara untuk mengingat apa yang sudah diajarkan atau dibaca. Merangkum akan membuat materi pela-jaran yang harus ia pelajari menjadi lebih ringkas. Catatan yang rapi dan sistematis akan membuat acara belajar lebih ringan. Rangkuman dengan pointers akan membuat materi yang harus dipelajari lebih mudah diingat.  

-Tidak belajar dadakan. Belajar rutin akan lebih baik hasilnya dibanding belajar menjelang ulangan. Dengan belajar rutin, anak menguasai materi pelajaran lebih baik sehingga rasa percaya dirinya juga akan lebih besar.

- Tidak memasang target terlalu tinggi. Jelaskan padanya bahwa tidak ada yang menuntut dia untuk menjadi seperti itu. Yang penting, ia sudah berusaha maksimal.

- Pelajari beberapa cara menenangkan diri. Misalnya melakukan latihan pernapasan atau meditasi singkat agar lebih rileks.

-Bila kecemasannya berlanjut, ajaklah berkonsultasi ke psikilog atau guru pembimbing di sekolah.

Posting Komentar

 
Top