0


Lebih baik terapkan time-out daripada menyetrap anak dengan cara mengurungnya di kamar mandi. Yang dimaksud time-out di sini adalah menghentikan kegiatan anak Anda sejenak sebagai peringatan. Ikuti langkah-langkah berikut agar penerapannya efektif.

BUAT ATURAN DASAR

Putuskan kapan tepatnya menerapkan time-out (contoh: setiap kali anak Anda memukul, atau mengejek orang lain, atau menantang Anda) dan tentukan tempatnya agar jauh dari anak-anak lain, mainan, dan televisi. Taman bermain atau pekarangan di rumah yang sepi cocok untuk batita; anak tangga paling bawah atau sudut ruang makan cocok untuk anak usia prasekolah.

BERI PERINGATAN

Supaya adil, Anda sebaiknya memberikan kesempatan kepada anak untuk memperbaiki kelakuannya sebelum menerapkan time-out itu. Terangkan secara singkat apa yang salah dan kenapa perbuatannya itu tidak bisa diterima, dan katakan bahwa dia akan dikenai sanksi kalau tidak patuh.

FLEKSIBEL DENGAN WAKTU

Para ahli menyarankan agar lamanya time-out disesuaikan dengan usia anak (misalnya, anak usia 4 tahun cukup 4 menit). Sebagian anak-anak merespons lebih baik pada time-out yang singkat, sebagian lainnya harus disetrap lebih lama. Jika anak Anda yang berusia 3 tahun tidak terpengaruh oleh time-out  3 menit, coba perpanjang menjadi 5 menit (tambahan waktu mungkin akan lebih efektif). Sebaliknya, kalau dia minta maaf setelah duduk 2 menit di pojok ruangan, langsung hentikan time-out.

AKHIRI DENGAN LUNAK

Sebelum memaafkan anak dan menghentikan time-out, ulangi pesan Anda dengan kalimat yang positif. Jangan berkata, “Ibu tidak suka cara kamu merebut bola dari tangan adik,” tapi katakan, “Kamu bisa gantian? Bagus. Ayo kita keluar, biar adik melempar bola duluan.”

Posting Komentar

 
Top