0

Di usia sekolah, umumnya mulai di usia 7 tahun, anak ingin punya media sosial biasanya karena pressure peer group, teman-temannya yang lain punya juga. Roslina mengatakan, alasan anak ingin punya media sosial berbeda dari orang dewasa. “Perasaan kompetisi pada anak masih tinggi. Ia ingin punya pencapaian, tidak mau ketinggalan dengan temannya. Ingin punya banyak teman. Mengumpulkan follower sebanyak-banyaknya.”

Menurut psikolog Roslina Verauli, berpendapat, tentu layak di usia tertentu, dengan catatan setelah memperoleh sejumlah bimbingan dan arahan dari orang tua.

Sebelum mama memutuskan layak atau tidak anak punya akun media sosial, pikirkan beberapa hal berikut ini, Ma:

· Jika tujuannya untuk bermain game yang ada di media sosial misalnya farmville, cukup menggunakan akun milik orang tua, atau carikan game lain yang lebih cocok dengan fase tumbuh kembang anak dan tidak berbasis media sosial. 

· Kalau hanya untuk tempat memunggah foto-foto terbaru anak di online, tempat yang tepat bukan media sosial, melainkan blog. Bantu anak untuk punya blog-nya sendiri. “Meski sama-sama online dan bisa dilihat siapa saja, dari segi keamanan, lebih baik. Blog tidak berhubungan dengan orang-orang tak dikenal,” Roslina menjelaskan.

· Melepas anak di media sosial tanpa memberi arahan dan persiapan, ibarat melepas anak menyetir mobil sendiri dan memberi mereka kunci tanpa mengajarkan mereka terlebih dahulu cara menyetir.

Posting Komentar

 
Top