0

Langkah awal mengajarkan kemandirian pada anak adalah dengan memberi anak kesempatan. Biarkan ia melakukan berbagai hal yang ingin dan boleh dilakukan anak seusianya.

Sedikit kilas balik saat anak berusia 6 bulan, saat tangan anak mulai menggapai-gapai untuk meraih sesuatu. Pada saat tersebut, ia sudah belajar untuk mandiri. Kemudian, ketika usianya 1 tahun, anak sudah bisa memasukan sendok ke mulutnya. Tak ada salahnya membiarkan dia untuk belajar makan sendiri. Bukan berarti Anda sama sekali tak boleh menyuapinya. Tapi, beri anak kesempatan untuk melatih kemampuan makannya sendiri.

“Kadang, orang tua enggan membiarkan anaknya makan sendiri dengan alasan takut jadi berantakan dan belepotan. Padahal, hal ini justru akan menghambat kesempatan anak untuk menjadi mandiri,” kata psikolog Nessi Purnomo, M.PSi.

Tak masalah jika semua hal yang dilakukan anak masih jauh dari kategori sempurna. Anggap saja semua berantakan dan keribetan yang Anda dan anak alami merupakan sebuah proses menuju kemandirian yang seutuhnya. Kadangkala, orang tualah yang justru menjadi penghambat kemandirian anak karena merasa tak tega membiarkan anaknya berusaha sendiri. Anda berpikir bahwa anak masih terlalu kecil untuk melakukan segalanya sendiri. Padahal, memberikan sedikit kesempatan padanya memungkinkan ia untuk belajar berusaha sendiri.

Ketika anak sudah bersekolah, pelajaran tentang kemandirian yang bisa Anda ajarkan padanya menjadi lebih banyak lagi. Dimulai dengan latihan berpakaian, memakai sepatu, hingga membawa tas sekolahnya sendiri. “Banyak orang tua yang tidak sabar pada tahap ini. Mereka gemas jika harus menunggu lama anak kelar melakukan semua ritual ini. Padahal, ini proses penting yang harus dilalui anak,” jelas Nessi. Takut anak malah jadi terlambat masuk sekolah? Anda bisa membangunkan anak lebih pagi dan melakukan ini semua lebih awal, kan, Ma?

Posting Komentar

 
Top