0

Sejak penggunaan media sosial meningkat pesat, kasus pelecehan di dunia maya juga semakin tinggi. Celakanya kasus pelecehan melalui internet sering sekali menimpa anak-anak. Para predator internet tersebut sengaja mengincar anak-anak karena mereka masih polos dan mudah dipengaruhi. Tujuan predator itu mengincar anak-anak sebagian besar adalah untuk mencuri data pribadi orangtuanya.

Sebagai orangtua, kita wajib waspada terhadap ancaman predator ini. Membatasi penggunaan internet pada anak perlu solusi terbaik. Bilang pada anak bahwa menjaga privasi dunia maya sangat diperlukan. Bila Anda belum tahu cara mengajarkan privasi pada anak, kami berikan cara-caranya di bawah ini.
  • Ajarkan anak mengatur setting privasi di media sosial yang dia ikuti, misalnya Facebook dan Twitter. Beri pengertian kenapa itu harus dilakukan, yaitu untuk mencegah agar data mereka tidak bisa diakses sembarang orang.
  • Awasi foto dan video yang diunggah anak-anak Anda. Walau sudah diberitahu bahwa mereka tidak boleh mengunggah foto dalam pose terbuka atau video yang terlalu pribadi, kadang anak lupa atau sengaja melanggar. Tetap awasi mereka, dan segera tegur jika masih melakukan hal yang sudah dilarang. Beri tahu apa akibatnya jika masih mengunggah foto yang terlalu pribadi.
  • Ingatkan anak-anak untuk tidak memposting alamat email dan nomor telepon di social media, apalagi yang masih ber-setting publik.
  • Katakan bahwa password hanya boleh diberitahu pada orang tua saja, bukan ke teman, atau orang lain.
  • Minta anak agar tidak membalas email yang meminta informasi pribadi, dan langsung menghapus email yang berasal dari pengirim tak dikenal.
  • Ajari anak untuk membuat nama user email yang tidak langsung bisa ditebak. Jangan gunakan username uang yang mengandung nama lengkap, tanggal lahir, bahkan alamat. Buatlah username yang tidak dapat dikenali apakah pemiliknya lelaki atau perempuan.
  • Ingatkan anak agar segela melapor pada Anda atau guru jika ada yang berbuat tidak menyenangkan atau membuatnya merasa terancam di dunia maya.

Posting Komentar

 
Top