0


Pernahkan anak Anda yang sudah duduk di sekolah dasar lupa mengerjakan PR? Lupa membawa barang penting ke sekolah? Atau sederhananya pernahkan mereka bilang, “oh, iya lupa?” Atau saat Anda bertanya, “di sekolah belajar apa saja?” kemudian ia blank dan menjadi tidak komunikatif? Waspada! Itu tandanya memori anak Anda kurang kuat. Sebaiknya jangan dibiarkan.

Berpikir adalah proses yang rumit. Anak usia 6 sampai 8 tahun sedang berkembang otak dan cara berpikirnya. Ia perlu waktu beberapa saat untuk mengumpulkan informasi. Kemampuan mengumpulkan informasi dalam waktu beberapa detik disebut short-term memory, kemudian kemampuan mengumpulkan dan memanipulasi informasi disebut active working memory, tahap berpikir berikutnya yang lebih lama disebut long term memory. Sebagai contoh, saat anak diminta meng-copy kata dari papan tulis. Pertama-tama mereka harus mengingat urutan kata yang ditulis kemudian mereka harus menulis kata tersebut di kertas supaya hafal. Bergumam dan mengatakan kata-kata tersebut dengan keras akan membantu mereka mengingat.

Semakin sering anak-anak melatih otot berpikirnya, akan semakin mudah menerima pelajaran di sekolah. Inilah beberapa cara untuk meningkatkan kemampuan berpikir anak.

Buat Pertanyaan Spesifik


“Hasil penelitian menyatakan, orang tua punya pengaruh jangka panjang bagi perkembangan memori anak dengan cara sering memberikan banyak pertanyaan yang spesifik saat mereka kecil,” kata Catherine Haden, Ph.D, guru besar psikologi dari Loyola, University Chicago. Contoh: usai dari kebun binatang, tanyakan pada anak Anda, “apa warna binatang favoritnya?” atau tanyakan, “seperti apa bentuk kandang burung elang? upaya memberikan pertanyaan detail akan membantu ingatannya.

Lakukan Permainan yang Berhubungan dengan Ingatan

Bermain kartu akan melatih konsentrasi anak. Atau saaat di mobil, buatlah permainan sederhana seperti mengatakan “saya akan pergi ke kebun binatang, di sana saya akan melihat binatang…..” biarkan anak melengkapi kalimat tersebut. Sebelumnya mereka harus mengikuti kata-kata yang Anda ucapkan.

Lakukan dengan Gerakan

Aktivitas melihat atau mengamati akan membantu menguatkan pikiran si kecil. Contoh, saat mengajarkan arah kiri coba minta kedua tangan anak Anda membentuk huruf L (left=kiri). Atau saat bilang kanan minta tangan kanannya menunjuk arah kanan. Atau gunakan alat peraga untuk mengajarkanya benda-benda yang ada di rumah seperti handuk, sapu, atau lampu.

Lakukan Terlebih Dahulu yang Lebih Berat
Jika diberi tugas membaca puisi tanpa menggunakan teks oleh sekolahnya, bantu si anak dengan cara menghafal bagian puisi yang kata-katanya panjang lebih dahulu. Jika anak terbiasa dengan sesuatu yang berat, saat diberikan yang ringan, ia akan cepat mengingat.

Latihan, latihan, latihan
Buatlah kuis mengenai susunan huruf dan angka dalam tabel. Kemudian minta mereka menyebutkan angka-angka dan huruf yang ada di tabel tersebut tanpa melihat. Usai mengetes kemampuan mengingatnya, mita mereka menulis kata yang paling sulit diingat di tabel itu. Si anak akan merasa kalau berpikir adalah proses aktif. Saat mereka bisa menyebut semua angka dan huruf dengan benar, mereka akan minta yang lebih sulit lagi, artinya memorinya akan terus dilatih.

Posting Komentar

 
Top