0

Menurut penelitian yang dilakukan American Academy of Pediatrics (AAP) penggunaan layar terutamasmartphone dan komputer tablet meningkat pada usia anak-anak batita. Pada 2013, 75 persen anak-anak memiliki akses ke perangkat mobile di rumah. Padahal dua tahun lalu jumlah anak yang memiliki akses ke perangkat mobile hanya 52 persen.

Televisi, laptop, tablet, dan smartphone bisa menjadi "racun" bagi anak jika penggunaannya tidak diawasi oleh orangtua. Menurut Dra. Ratih Andjayani Ibrahim MM, psikolog dari lembaga psikologiPersonal Growth, seperti yang dikutip dari Parents Indonesia, orangtua harus techno-ready. Artinya, orangtua harus mengajarkan kepada anak bagaimana cara tepat menggunakan gadget agar anak tidak kecanduan.

“Lakukanlah diet gadget,” kata Ratih. Anak-anak yang terlalu dalam terlibat dengan gadget akan terganggu konsentrasinya. Sebagai contoh, layar yang berkedip begitu memanjakan mata, namun begitu lepas dari gadget akan membuat mereka bosan. Meski begitu anak masih boleh bersentuhan dengan gadget. Misalnya, 2 jam per akhir pekan. Jika si anak merenggek meminta bermain gadget, berikan waktu selama satu jam.

Suruh anak melakukan aktivitas-aktivitas fisik di dunia nyata ketimbang sibuk bersama komputer tablet atau smartphone. Atau lakukan aktivitas fisik bersama. Hal itu bagus untuk kebersamaan dan juga kesehatan. "Tidak memberikan waktu menatap layar kepada anak di bawah usia 2 tahun. Hal ini mungkin sulit dilakukan tapi Anda harus berusaha demi kebaikan anak di masa depan," katanya.

Posting Komentar

 
Top