0

Apa yang dianggap menyenangkan sekaligus memuaskan rasa ingin tahu anak usia 1 tahun, kadang merupakan hal-hal yang bisa membuatnya celaka. Kenyataannya, meski Anda sangat protektif, si kecil yang belum memahami bahaya potensial ini memang seringkali celaka.

“Bahkan orang tua terbaik sekalipun tidak bisa 100% mengawasi anaknya setiap waktu,” tutur penasihat Parents, Dennis Durbin, MD, wakil direktur Center for Injury Research and Prevention di Children’s Hospital of Philadelphia. “Sangat penting untuk menciptakan lingkungan rumah yang aman dijelajahi batita.” Periksa beberapa sudut rumah berikut ini agar Anda bisa membuatnya terbebas bahaya.

Zona bahaya #1: DAPUR

Ini adalah area paling menarik di dalam rumah untuk batita: sebuah ruangan yang penuh dengan perkakas berkilau yang siap membuat suara ramai.

Yang sering terjadi: Terbakar, tersedak, dan keracunan.

Pengamanan: “Dapur benar-benar bukan tempat yang aman bagi batita,” papar Dr. Durbin. “Sulit sekali untuk mengawasinya ketika Anda sedang sibuk memasak atau bersih-bersih.” Ketika anak harus berada di dapur berdua dengan Anda, dudukkan dia di kursi tinggi dan berikan mainan, atau buatlah area bermain di luar dapur tapi masih dalam jarak pandang Anda. Biasakan mengatur posisi pegangan panci ke arah sisi dalam kompor, tambah penasihat Parents, Martin R. Eichelberger, MD, kepala Safe Kids Worldwide, sebuah organisasi nonprofit yang berfokus pada pencegahan kecelakaan di masa kanak-kanak. Selain itu, selalu cabut peralatan listrik dan simpan semua di dalam laci, dengan kabel-kabel dalam keadaan tergulung. Dan, jangan lupa menyimpan korek api, produk pembersih, serta zat kimiawi lainnya di dalam lemari. Saat Anda berniat menyiapkan meja, letakkan piring di tengah meja dan lebih baik pasang alas makan ketimbang taplak meja yang biasanya membuat si kecil tergoda untuk menariknya.

Zona bahaya #2: KAMAR MANDI

Jika batita Anda gemar bermain di bak mandi, pasti dia akan berpikir bahwa kamar mandi adalah tempat yang menyenangkan. Jadi, dia akan mencari cara lain untuk menyenangkan dirinya di tempat itu, seperti menekan flush toilet atau menyalakan pengering rambut.

Yang sering terjadi: Tenggelam, keracunan, dan tersiram air panas.

Pengamanan: Untuk mengamankan kamar mandi, jangan pernah meninggalkan si kecil sendirian di bak, pasang kunci pada pintu agar selalu tertutup, dan simpan baik-baik alat pengeriting atau pelurus rambut Anda. “Pastikan juga suhu air panas dari water heater dipasang maksimal 49 derajat Celsius atau di bawahnya, untuk mencegah luka tersiram air panas,” papar Dr. Eichelberger.

Hati-hati juga dengan botol obat. Orang tua sering teledor menyimpan obat-obatan karena mengandalkan tutup botolnya. Tapi, besar kemungkinan tipe anak yang pantang menyerah akan terus berusaha untuk membuka tutupnya. Amankan dengan menyimpan semua jenis obat di dalam lemari lalu kunci, meski posisi lemari tersebut cukup tinggi. “Batita gemar sekali memanjat. Mencapai lemari obat di atas tempat cuci tangan merupakan tantangan yang menyenangkan bagi mereka,” jelas Dr. Durbin.

Zona Bahaya #3: RUANG TAMU

Si kecil mungkin akan menghabiskan sebagian besar waktunya di ruang tamu dengan bermain, bercengkrama bersama anggota keluarga, menghitung tangga dan berbagai barang yang ada di lemari buku.

Yang sering terjadi: Jatuh, tercekik, dan tersandung.

Pengamanan: Salah satu trik paling tepat untuk mengamankan ruang tamu dan seluruh bagian rumah adalah berpikir dari sudut pandang si kecil, Dr. Durbin menyarankan.

Selama memeriksa ruangan dari sudut pandang si kecil, awasi juga benda-benda listrik yang perlu ditutup, kabel terbuka yang perlu diberi selotip, serta benda-benda kecil yang bisa mengakibatkan tersedak –pada dasarnya, semua benda seukuran lubang tisu gulung. Pastikan Anda memasang pagar di ujung tangga atas dan bawah. Ini sangat penting terutama bila Anda memiliki batita berusia dua tahun atau tingginya di bawah 91,5 cm.

Anda juga harus memerhatikan furnitur, terutama sudut-sudut yang tajam (belikan bantalan pelindung), kekokohannya (sandarkan meja dan rak buku ke dinding), dan posisinya dari jendela (beri jarak setidaknya 60 cm dari jendela agar anak tidak bisa memanjat dan terjatuh ke luar). Selain itu, pastikan jendela tertutup rapat, tambahkan teralis pengaman. Anak-anak juga bisa tersandung bahkan tercekik tali tirai, jadi sebaiknya ikat dan gantung tali setinggi mungkin, jauh di atas lantai.

Sumber : http://parentsindonesia.com/

Posting Komentar

 
Top