0

Bencana alam, perang, tragedi lokal maupun nasional yang kerap muncul di berita memang menakutkan. Anda tidak mungkin bisa melindungi anak sepenuhnya dari kejadian yang terus mengalir. Namun, tetap ada cara untuk meminimalkan rasa takutnya. 

Kurangi gambar-gambar grafis. Terpaam gambar-gambar yang mengganggu dari media massa cenderung menambah kekhawatiran anak daripada membantunya memahami kejadian yang sesungguhnya. Awasi dia saat menonton dan membaca, dan jauhkan dia dari adegan-adegan dan cerita yang sangat menakutkan.

Konkret, bukan komplet. Berikan jawaban jujur dan sederhana terhadap pertanyaan-pertanyaan anak mengenai apa yang terjadi. Tapi, jangan berikan informasi terlalu banyak secara sukarela. Tunggu sampai dia bertanya lebih banyak lagi pertanyaan memberi penjelasan lebih detil.

Fokus terhadap keamanan, bukan risiko. Daripada mencekoki informasi mengenai bahaya, lebih baik tekankan pada si kecil bahwa ada banyak orang, seperti orang tua, dokter, guru, polisi, dan tentara yang akan membantu agar kita tetap aman.

Tunjukkan hal-hal baik. Biarkan anak mengetahui, ada orang-orang yang bekerja untuk memperbaiki masalah yang terjadi di dunia. Dorong dia untuk turut berperan di dalamnya. Misalnya, dengan mengumpulkan makanan bagi yang membutuhkan, atau ikut gerak jalan yang menjadi bagian kegiatan sosial.  
Supaya Anak Tetap Tenang
Jika Anda sudah berusaha meminimalkan rasa takutnya, selanjutnya Anda harus membuatnya tenang. Ikuti tip ini

Menarik napas dalam-dalam
Minta anak untuk berpura-pura meniup gelembung dengan menarik napas lalu mengembuskannya perlahan-lahan. Katakan, bahwa semakin lambat embusan napasnya, maka akan semakin besar gelembungnya.

Mencari obyek pengganti
Anda bisa mengatakan kepada anak untuk mentransfer rasa cemasnya ke boneka. Atau, suruh dia berimajinasi, misalnya dengan meletakkan rasa cemasnya ke dalam perahu layar yang akan pergi jauh.

Visualisasi
Minta anak untuk membayangkan dirinya sedang mengambang di atas awan, atau badannya bertabur debu ajaib yang dapat membuatnya rileks.

Melatih otot
Minta anak untuk berbaring dalam keadaan terlentang. Lalu, suruh dia untuk menegangkan otot tubuh secara bertahap, mulai dari kaki, selama tiga detik. Kemudian, rilekskan otot kembali. Minta dia untuk mengulanginya beberapa kali.

Aktivitas fisik
Semangati anak untuk berlari, berdansa, meloncat, atau melakukan lompat tali untuk melepaskan stres.

Posting Komentar

 
Top