0

Selama ini ujian nasional (UN) dijadikan alat penentu kelulusan siswa. Hal tersebut membuat sebagian besar siswa menganggap UN sebagai sesuatu yang menakutkan dan bisa membuat stres. Namun, mulai tahun ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tak lagi membuat UN sebagai alat penentu kelulusan.

Mendikbud Anies Baswedan, mengatakan akan ada perbaikan terkait UN salah satunya adalah desakralisasi UN yang akan dimulai tahun ini. “Saya menggarisbawahi UN digunakan untuk mengembangkan potensi dan evaluasi siswa, UN bukan sebagai sesuatu yang sakral atau menakutkan melainkan sebagai sesuatu hal yang positif,” kata Anies seperti yang dikutip dari situs resmi Kemendikbud.

Mendikbud menekankan, UN yang banyak kecurangan di tahun-tahun sebelumnya harus berhenti. UN tahun ini, kata dia, merupakan kesempatan bagi sekolah sebagai cermin untuk mengembangkan siswa-siswanya dari seluruh aspek. “Kenyataan di lapangan bukan siswa yang sering manipulasi tetapi justru ekosistem pendidikan,” ujarnya.

Mendikbud menegaskan pendidikan bukan soal tarik menarik kepentingan politik tetapi justru harus dibebaskan dari kepentingan politik. Pendidikan, kata dia, adalah soal mengembangkan seluruh potensi anak didik. “Konsentrasinya adalah UN dapat membentuk perilaku yang baik pada seluruh aktor pendidikan baik siswa, orang tua, guru, sekolah, dinas pendidikan daerah hingga pemerintah pusat,” tuturnya.

Mendikbud mengimbau seluruh komponen pendidikan di Indonesia agar tidak merusak mentalitas anak didik dalam menghadapi UN. UN tahun ini, kata dia, akan dijadikan sebagai alat untuk mengembangkan potensi para siswa. “Bila ini dirusak maka kita tidak sedang menyiapkan masa depan yang lebih baik,” ucap Anies.

Sumber : http://parentsindonesia.com/

Posting Komentar

 
Top