0

Risiko umum kekurangan serat adalah konstipasi atau kesulitan buang air besar. Masalah ini bisa berlanjut menjadi wasir yang membuat balita tidak nyaman dan kesakitan. Tidak hanya wasir, risiko yang lebih fatal juga mengintai. Kekurangan serat makanan yang terjadi terus menerus, akan menjadi pemicu terjadi kanker kolon, yaitu rusaknya usus besar dan meningkatnya kadar kolesterol darah, kata ahli gizi Tuti Soenardi.

Pada anak usia balita, usus pencernaannya sedang dalam masa transisi. Setelah melewati usia 5 tahun, baru usus anak akan bekerja sempurna seperti usus orang dewasa. Karena itu, seratnya harus sesuai dengan kekuatan usus dalam mencernanya. 

 “Serat dalam makanan berfungsi mengikat air dalam jumlah banyak, sehingga memungkinkan sisa makanan dapat lebih mudah dicerna dan cepat keluar,” ujar Tuti Soenardi.
Setidaknya ada 5 manfaat serat:
  • Dapat mengontrol lipid darah dan mencegah terkena penyakit jantung.
  • Mengontrol gula darah agar stabil.
  • Mencegah terjadinya diare.
  • Membantu tubuh menurunkan berat badan.
  • Mencegah hemoroid atau penyakit wasir.
Macam-macam Serat Makanan

Dilihat dari manfaat serat dalam makanan, serat dalam makanan terbagi menjadi 2 kategori:
  • Serat larut dalam air atau soluble. Jenis serat ini dapat memperlambat perjalanan makanan dalam sistem pencernaan. Serat ini akan membentuk jaringan seperti gel atau gummy sehinggga perut terasa penuh. Jenis serat ini: sayuran hijau, buah-buahan, dan kacang-kacangan.
  • Serat tidak larut dalam air atau insoluble. Serat ini berperan meningkatkan jumlah volume tinja dan membantu menstabilkan gerakan perut. Bahan makanan yang mengandung serat makanan adalah biji-bijian (produk gandum: wheat bran, oat,  berbagai produk sereal, dan beras merah).

American Dietetic Association merekomendasikan asupan fiber per hari  untuk anak usia 3 sampai 18 tahun dengan rumus “usia + 5”. Misalnya anak usia 4 tahun, maka kebutuhan seratnya “4 + 5”, yakni 9 gram per hari.

Jangan mengonsumsi serat berlebihan karena anak akan merasa cepat kenyang sehingga berisiko kekurangan kalori. Serat yang terlalu banyak juga menghalangi penyerapan vitamin dan mineral.
Kiat agar anak tidak kekurangan serat:
  • Kreasikan bahan makanan yang kaya serat hingga penampilannya menarik. Perhatikan pemilihan warna dan tekstur makanan, dan teknik memasak yang pas. Kombinasikan warna sayuran minimal 3 macam dalam satu hidangan. Pemilihan tekstur bahan makanan yang kaya serat harus sesuai dengan kemampuan mengunyah dan mencerna anak balita.
  • Pilih makanan dengan serat yang dapat dicerna oleh usus untuk usia balita, yakni serat yang tidak larut dalam air. 
  • Bila anak Anda sudah terlanjur kekurangan serat makan, Anda bisa tambahkan suplemen serat yang dapat larut dalam air (pelengkap serat ini hanya dapat dikonsumsi untuk anak-anak usia di atas 2 tahun).

Posting Komentar

 
Top