0

Dalam beberapa tahun ke depan, ketika anak Anda telah melewati masa tidur siang, Anda tetap harus memberikannya kesempatan beristirahat. Coba strategi berikut ini.

Jangan sebut tidur siang, sebut waktu istirahat, Dengan begitu anak Anda tidak akan merasa dipaksa tidur ketika ia merasa tidak capek. Minta ia tetap di kamar atau ranjangnya untuk melakukan kegiatan yang tenang, misalnya mewarnai atau melihat buku.

Rancang suasana tenang. Rencanakan kegiatan relaksasi agar anak Anda mudah beristirahat, misalnya dengan ritual: Membaca buku, merangkulkan boneka kesayangannya, atau memutar musik lembut.

Hargai jadwalnya. Hindari rencana menyuruhnya tidur saat Anda akan bepergian. Sebaliknya, amati ia saat mengantuk. Kalau ia tampak tidak mengantuk, tunda satu jam. Namun jangan terlalu lama. Jika ia tidur pada jam 3-4 sore, Anda akan menghadapi masalah menidurkannya saat malam.

Tawarkan pilihan. Berikan ia kendali untuk menentukan waktu tidur siangnya” “Kamu mau tidur siang sekarang atau 5 menit lagi?”. Ini akan membuatnya memegang kendali.

Dampak Kurang Tidur 
Jangan mengabaikan pentingnya tidur. Banyak enelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tidak cukup tidur dalam periode 24 jam akan bermasalah dalam hal berikut:

Belajar. Tidur membantu anak mengubah pengalamannya ke dalam memori jangka panjang. Anak yang lelah mengalami penurunan dalam kemampuan verbal, sulit konsentrasi, dan kurang bisa dalam abtraksi.

Mood. Kurang tidur sering mengarah ke perilaku mudah tersinggung, hiperaktivitas, agresif, dan impulsif.

Kesehatan. Para peneliti menduga kurang tidur terkait dengan masalah mulai penurunan kekebalan tubuh sampai peningkatan insiden kecelakaan.
Sumber : http://parentsindonesia.com/

Posting Komentar

 
Top