0


Ternyata bagi anak usia sekolah, ada hal  yang menakutkan, diantaranya yaitu PR atau tugas sekolah dan pelajaran tertentu.

Kadang jika ada PR atau tugas dari sekolah, ada beberapa anak yang siap dan segera mengerjakan. Namun ada juga yang menjadi gelisah, takut dan akhirnya "rewel" . padahal bisa jadi tugas tersebut adalah tugas yang mudah atau dikumpulkan masih beberapa hari lagi.

Jika anak takut pada mata pelajaran tertentu, maka bisa ditebak kelanjutannya, yaitu anak akan malas menekuni pelajaran tersebut, bahkan sebisa mungkin menghindarinya. Namun, yang paling dikhawatirkan adalah anak akan merasa tertekan.

Apa yang harus dilakukan orangtua? Selain bekerja sama dengan guru, ada beberapa hal yang perlu orangtua lakukan untuk membantu si buah hati mengatasi ketakutannya terhadap mata pelajaran tertentu:

1. Kenali dan hadapi ketakutan yang dialami anak
Ada anak yang suka bercerita semua yang ia alami di sekolah, ada yang tidak tidak. Amati perubahan perilaku anak. Anak yang takut pada pelajaran tertentu biasanya cenderung mengalami perasaan-perasaan tak nyaman yang melibatkan kondisi fisik, seperti: sakit perut, tangan basah berkeringat, pusing. Juga masalah psikis, semisal: panik, takut saat bertemu gurunya, menangis, enggan sekolah.

2. Diskusikan dengan anak secara terbuka dan jujur.
Katakan bahwa setiap orang punya rasa takut, tak apa sesekali merasa takut. Tegaskan bahwa rasa takut itu wajar, tetapi pastikan pada anak bahwa ia akan bisa mengatasi rasa takut itu. Pastikan pula padanya bahwa orangtuanya akan membantunya mengatasi hal tersebut.

3. Cari tahu seperti apa gaya belajar anak.
Ada anak yang sangat visual, auditori, atau kinestetik. Dampingi anak saat mengerjakan PR atau tugas lainnya, lakukan dengan pendekatan yang kita pahami, pakai cara yang paling sesuai dengan kondisi anak.

4. Selipkan pelajaran yang ditakuti dalam rutinitas sehari-hari.
Bukan dengan menyuruhnya belajar-duduk-baca-latihan soal, tetapi lihat dari aktivitas sehari-hari, pasti banyak hal yang bisa menjadi "laboratorium mini" anak.
Contoh:
- Untuk pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam: minta ia menyirami tanaman di halaman, lalu minta ia mencari tahu apa nama tanaman tersebut.
- Untuk pelajaran Bahasa Indonesia: Ajak anak berbelanja ke pasar, minta ia yang mengatakan pada penjual barang apa yang ia hendak beli.
- Untuk pelajaran membaca: Selama perjalanan di mobil, minta anak mengeja dan membaca plang toko-toko yang ia lihat.

Satu hal yang perlu diingat, dalam menjalankan "laboratorium mini", yang paling penting adalah tunjukkan melalui sikap Mama Papa bahwa ketakutan anak terhadap pelajaran bisa diatasi. Selain itu, manfaatkan kecanggihan teknologi dengan menyiapkan aplikasi belajar yang seru di PC/laptop/tablet di rumah.

5. Bisa juga dengan melakukan permainan.
Contoh: permainan monomopi mengajari anak mengenal nilai mata uang dan bagaimana mengelolanya. Atau permainan tradisional seperti congklak dan bola bekel bisa menyenangkan untuk belajar berhitung.

6. Cara lainnya, meski mengirim surat tak begitu populer. 
Tapi cara ini bisa membantu anak belajar mengatasi rasa takutnya saat mengerjakan tugas mengarang. Minta anak menuliskan surat untuk kakek/nenek/paman/saudara sepupu, biarkan ia menulis apa yang ingin diceritakan.

Ayah, bunda...demikian beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu buah hati kita. Sebisa mungkin sebelum tidur, ajak anak berdialog tentang apa saja pengalamannya di sekolah, kemudian bertanyalah, apakah ada tugas dari bapak ibu guru hari ini.


Posting Komentar

 
Top